Megawati Terima Gelar Doktor Honoris ke-7

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Kamis, 08 Mar 2018 13:15 WIB
megawati
Megawati Terima Gelar Doktor Honoris ke-7
Megawati Soekarnoputri saat mendapatkan gelar Doktor Honoris Claudia Bidang Politik dan Pemerintahan di Kampus IPDN, Jatinangor Kabupaten Bandung

Bandung: Megawati Soekarnoputri menerima gelar Doktor Honoris Causa Bidang Politik Pemerintahan dari Institute Pemerintahan Dalam Negera (IPDN). Pemberian gelar berlangsung di Balairung Rudini, Kampus IPDN, Kecamatan Jatinangor, Kamis, 8 Maret 2018.

Rektor IPDN Ermaya Suradinata mengatakan pemberian gelar Doktor Honoris Causa tersebut diberikan atas berbagai pertimbangan dari IPDN. Satu di antaranya Megawati memiliki kontribusi dan jasa yang besar dalam memajukan Indonesia. Pemberian gelar kehormatan itu juga sebagai pengakuan kenegarawanan Megawati. 

"Beliau, memiliki sosok yang berpengetahuan luas mengenai politik, dan pemerintahan juga konsisten dalam menegakkan demokrasi NKRI," kata Ermaya.

Baca: Megawati Akan Terima Gelar Doktor Honoris Causa dari IPDN

Ermaya menuturkan IPDN memandang Megawati pantas dianugerahi gelar kehormatan. "Memutuskan dan menetapkan memberikan gelar Doktor Honoris Causa atas jasa dan prestasi penyelenggaraan pemerintahan," ucapnya.

Sementara itu, Megawati Soekarnoputri dalam sambutannya menyampaikan rasa terimakasihnya kepada IPDN yang telah menganugerahinya gelar itu. "Sungguh merupakan kebahagiaan dan kehormatan bagi saya mendapatkan gelar ini dari IPDN," tegasnya.

Putri Presiden pertama Republik Indonesia itu berharap IPDN menjadi universitas yang melahirkan generasi-generasi muda yang berkualitas dan bermanfaat bagi negara. 

"Semoga IPDN mampu melahirkan kader-kader terbaik bangsa, para pamong yang terampil, berjiwa nasionalis," pungkasnya.

Megawati Soekarnoputri telah menerima enam gelar Doktor Honoris Causa. Yaitu dari Universitas Waseda, Tokyo, Jepang (2001); Moscow State Institute of International Relation, Rusia (2003); Korea Maritime and Ocean University, Busan, Korsel (2015); Universitas Padjadjaran (2016); Universitas Negeri Padang (2017); dan Mokpo National University, Mokpo, Korsel (2017).


(ALB)