Aliran Sungai dan Wisata Warga Kota Bogor

Rizky Dewantara    •    Selasa, 27 Feb 2018 19:38 WIB
pariwisatalingkungan hidup
Aliran Sungai dan Wisata Warga Kota Bogor
Kunjungan Gubernur DKI Jakarta ditemani Wali Kota Bogor Bima Arya ke Bendung Katulampa Bogor, yang menyempatkan melihat wahana air 'ngalu' di Kelurahan Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat. Foto: Medcom.id/Rizky Dewantara

Bogor: Kota Bogor sejak 2016 lalu memiliki objek wisata kampung tematik dan wahana permainan air di permukiman bantaran Sungai Kalibaru, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Jawa Barat. Permukiman bernama Kampung Warna-Warni, diinisiasi oleh warga setempat yang mengusung inovasi gerakan masyarakat sadar wilayah (Gemarsawi).

Warga menyulap puluhan dinding rumah di bantaran sungai warna dan gambar yang menghasilkan menarik serta inspiratif. Potensi wisata di kampung itu juga semakin berkembang setelah mereka membuka wahana permainan air.

Dengan memanfaatkan aliran irigasi dari hulu Bendung Katulampa yang melawati Sungai Kalibaru. Wahana tersebut dinamai "Ngalun" atau menyusuri sungai dengan ban karet.

Menurut warga setempat, Rizky Utama, 34, warga secara swadaya mengecat tembok-tembok rumah.  Setelah kampungnya berhasil ditata lebih menarik, banyak masyarakat dari tempat lain yang berdatangan. Terutama saat akhir pekan.

Rizky juga menjelaskan, para warga juga mengembangkan wahana permainan air dengan memanfaatkan aliran Sungai Kalibaru. Wisatawan dapat menyusuri 500 meter Sungai Kalibaru dengan merogoh kocek sebesar Rp10.000 untuk sewa ban karet. Wahana ini juga dapat dinikmati semua umur karena tidak terlalu dalam.

"Karena ini wisata alam, betul-betul alami. Untuk anak-anak kami buatkan tempat khusus agar mudah diawasi oleh orang tua," terangnya, saat ditemui di Kampung Warna-Warni, Kelurahan Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa, 27 Februari 2018.

Warga sedang mengembangkan cinderamata dari Kampung Warna-Warni berupa bergambar khas. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat di kampung ini.

"Kami akan terus kembangkan Kampung Warna-Warni, karena hasilnya untuk warga sekitar juga," tuntasnya.

Keberadaan kampung warna-warni Katulampa telah membawa perubahan positif bagi warga di sana. Sektor bisnis pariwisata yang dibarengi dengan pemanfaatan usaha warganya untuk berjualan, ikut meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka.

Sementara, Asisten Pemeritahan pada Setdakot Bogor Hanafi menjelaskan, adanya perkampungan tematik di wilayah Kota Bogor, pihakya juga mengikuti intruksi Permendagri Nomor 81 Tahun 2015, tentang Pemberdayaan Masyarakat dalam menggali potensi yang ada di wilayahnya.

Menurut Hanafi, seperti di Kelurahan Katulampa dulu ada budaya "Ngalun" dan sekarang dikembangkan lagi. Terutama dengan melibatkan masyarakat, pemerintahan dan pihak swasta untuk menjadikan Kampung Warna-Warni lebih 'berwarna'.

"Kelurahan Katulampa sudah masuk nominasi kelurahan terbaik. Kami mendoakan agar Kelurahan Katulampa terpilih tingkat nasional dan akan bisa menjadi contoh bagi kelurahan-kelurahan lain di Indonesia," tandas Hanafi, saat dihubungi Medcom.id, Bogor, Jawa Barat, Selasa, 27 Februari 2018.


(SUR)