Satu Perusahaan di Cimahi Tangguhkan UMK 2018

Depi Gunawan    •    Rabu, 27 Dec 2017 10:53 WIB
upah
Satu Perusahaan di Cimahi Tangguhkan UMK 2018
Ilustrasi

Cimahi: Sebanyak satu perusahaan di Kota Cimahi mengajukan penangguhan Upah Minimum Kota (UMK) 2018 yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp2.678.028. Perusahaan tersebut menangguhkan UMK karena belum mampu membayar UMK 2018.

"Informasi yang masuk ke kami, baru satu perusahaan yang sudah mengajukan penangguhan UMK 2018," kata Kabid Hubungan Industrial dan Jamsostek, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kota Cimahi, Asep Herman, Selasa, 26 Desember 2017.

Saat ini, tercatat ada 593 perusahaan di Cimahi dengan total pekerja 82.296 orang. Batas akhir pengajuan penangguhan UMK 2018 di Jabar ditutup pada Kamis, 21 Desember 2017.

(Baca: Pemprov Jabar Menetapkan UMP 2018 Naik 8,7%)

Pengawas Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jabar Ristiana Ekawati menambahkan, pihak perusahaan mengajukan penangguhan upah selama setahun. Sebelum disetujui gubernur, seluruh perusahaan yang mengajukan penangguhan upah 2018 di Jabar akan diteliti pihak provinsi.

Penelitian meliputi audit keuangan perusahaan dan syarat-syarat perusahaan, apakah sesuai atau tidak dengan ketentuan. "Nanti di sidang baru diumumkan. Yang masuk belum tentu di-ACC (disetujui)," ujarnya.

Ristiana menjelaskan, salah satu syarat utama dalam penangguhan upah ialah kesepakatan antara pihak perusahaan dan buruh atau karyawan. "Jika penangguhan disetujui, maka perusahaan tersebut masih bisa membayar upah seusai UMK tahun 2017," pungkasnya.


(NIN)