Korban Miras Oplosan di Sukabumi Terancam Buta

Apit Haeruman    •    Jumat, 13 Apr 2018 13:16 WIB
miras oplosan
Korban Miras Oplosan di Sukabumi Terancam Buta
Minuman keras, Medcom.id - M Rizal

Sukabumi: Asep Solihin, 27, terancam buta permanen. Kondisi itu terjadi setelah ia menenggak minuman keras oplosan di Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat.

Asep mendapat perawatan di RSUD Syamsuddin Kota Sukabumi. Kondisi kesehatannya berangsur membaik setelah mendapat penanganan medis intensif.

Ketua Tim Penanganan Informasi dan Keluhan RSUD Syamsudin Wahyu Handriana mengatakan Asep dirawat di Ruang Seruni. Asep mendapat penanganan dari dokter spesialis mata dan penyakit dalam.

"Racun miras sudah menyebar tubuh dan menyerang syaraf mata. Kemungkinan besar sulit disembuhkan. Tapi akan kami upayakan semampu kami," kata Wahyu di RSUD Syamsudin, Sukabumi, Jumat, 13 April 2018.

Asep dirawat di RSUD Syamsudin setelah keluarga merujuknya dari RSUD Pelabuhan Ratu. Sebab, Asep kerap mengeluh sakit pada matanya sejak dua hari setelah menenggak miras oplosan.

Deni, kakak Asep, mengatakan adiknya meminum miras bersama belasan orang pada Sabtu, 7 April 2018, malam. Sehari setelah itu, banyak yang mengeluh sakit pada dada dan sesak napas. Asep bahkan sempat menengok temannya yang dirawat di RSUD Pelabuhan Ratu.

"Dua hari kemudian Asep mengeluhkan sakit pada dada dan sesak napas. Kami lalu membawanya ke rumah sakit. Tapi sakit pada matanya dirasakan setelah dia dirawat di RSUD Pelabuhan Ratu," ujar Deni.

Selain Asep, sebanyak 24 warga lain juga dibawa ke RSUD Pelabuhan Ratu. Tujuh orang meninggal akibat menenggak miras oplosan. Sebanyak 16 orang sudah membaik dan pulang.

Sementara itu Polres Sukabumi menetapkan empat tersangka berinisial GS, RS, H, dan RF. Mereka berperan sebagai peracik dan penjual. Mereka ditangkap pada 8 April 2018.

Polisi juga menggerebek rumah yang menjadi lokasi peracikan miras oplosan di Pelabuhan Ratu. Polisi menemukan barang bukti berupa minuman beralkohol jenis whisky, minuman bersoda, dan suplemen. 

Polisi juga menyita sebuah jeriken bertuliskan thinner atau cairan pengencer cat. Namun belum diketahui apakah thinner juga digunakan untuk mengoplos miras.



(RRN)