Saadah Kena Serangan Jantung saat Jadi Korban BMT Umroh

Ahmad Rofahan    •    Sabtu, 21 Apr 2018 14:11 WIB
penipuanibadah umrah
Saadah Kena Serangan Jantung saat Jadi Korban BMT Umroh
Saadah dan Keponakannya saat berada di RS UMC Cirebon. Foto: Medcom.id/Ahmad Rofahan

Cirebon: Saadah, 62, warga Desa Japura Bakti Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon, terlihat lemah. Ia terpaksa dirawat di Rumah Sakit Universitas Muhamadiyah Cirebon, Jawa Barat, karena diindikasikan mengalami serangan jantung.

Saadah mengalami syok dan terkena serangan jantung setelah menjadi salah satu korban penipuan umroh.

Keinginan Saadah untuk pergi menuju baitullah sungguh kuat. Sehingga ia rela mengumpulkan pundi-pundi uang demi berangkat umroh yang dijanjikan oleh BMT Sonar Mandiri Syariah.

Untuk bisa melunasi biaya umrohnya, Saadah mulai menabung dari tahun 2014 hingga 2016 dari sisa pendapatannya sebagai buruh serabutan. Pundi-pundi Saadah akhirnya bisa memenuhi jumlah yang ditentukan oleh BMT Sonar, yaitu Rp 15juta.

"Awalnya dijanjikan akhir Desember 2016, namun akhirnya diundur menjadi pertengahan tahun 2017," ujar Saadah di Cirebon, Sabtu, 21 April 2018.

Pertengahan 2017, Saadah kembali menagih janji kepada pihak BMT Sonar. Namun, Saadah terperanjat saat pihak BMT meminta Saadah menambah biaya Rp10 juta jika ingin diberangkatkan.




Karena keinginannya untuk berangkat umroh yang sangat besar. Saadah  kembali melunasi pembayaran tersebut dengan segala upaya yang dimilikinya. Namun, janji BMT Sonar belum juga direalisasikan hingga sekarang.

"Saya sudah mengeluarkan uang sebanyak Rp 27 juta," kata Saadah lirih.

Keponakan Saadah, Yoyon Syukron, mengaku prihatin dengan kondisi Saadah. Menurutnya, sang uwak datang ke kediamannya dan menceritakan problem yang sedang dihadapinya itu. Ia mengaku miris. Di saat seseorang dengan susah payah untuk beribadah dan melakukan hal yang mulia, malah dimanfaatkan dan menjadi korban penipuan.

"Uwak saya nangis, karena keinginan untuk berangkat umroh, malah bermasalah," kata Yoyon.

Yoyon mengungkapkan, Kantor BMT Sonar Mandiri Syariah selalu berpindah-pindah. Sebelumnya berkantor di Desa Japura Lor Kecamatan Pangenan, kemudian pindah ke Kecamatan Lemahabang.

"Saat ini, BMT tersebut berkantor di Gunungsari Trade Center (GTC) Cirebon," kata Yoyon.

Sejak kemarin, Saadah terpaksa dirujuk ke RS UMC Cirebon, karena kondisi kesehatannya menurun. Dokter mendiagnosa  Saadah mengalami serangan jantung. Yoyon juga mengaku sudah melaporkan kasus ini ke Polres Cirebon pada 16 April lalu.

"Saya minta untuk BMT Sonar segera bertanggungjawab," kata Yoyon.





(SUR)