Limbah Pabrik Semen Diduga Cemari Mata Air di Sukabumi

Benny Bastiandi    •    Jumat, 25 Nov 2016 14:48 WIB
pencemaran lingkungan
Limbah Pabrik Semen Diduga Cemari Mata Air di Sukabumi
Warga Desa Bencoy, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi mengambil air dari rembesan Sungai Cimandiri, Jawa Barat, Rabu (9/9/2015). Foto: Antara/Budiyanto

Metrotvnews.com, Sukabumi: Limbah perusahaan penambangan, PT Tambang Semen Sukabumi, diduga mencemari mata air anak Sungai Cimandiri di Kampung Cijambe, Desa Tanjungsari, Kecamatan, Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

"Air mulai tercium bau sejak adanya aktivitas penambangan di lereng perbukitan," kata Ade Suhendar, 40, ketua RW 02, Kampung Cijambe, Jumat (25/11/2016).

Ade mengatakan ada sekitar 50 kepala keluarga yang terdampak keruhnya mata air. Yakni, warga di RT 01 dan RT 02. "Mereka sudah tak lagi memanfaatkan sumber mata air karena mengeluarkan bau tak sedap," kata dia.

Keruhnya air terasa seiring tingginya curah hujan di sana. "Kalau dulu air di sini bagus. Tidak pernah tercium bau. Tapi, sejak ada itu (penambangan), kualitas air berubah," ucap Ade.

Bau tak sedap yang tercium itu, lanjut Ade, seperti mengandung zat kimia. Saat ini, warga terpaksa mencari sumber mata air lain untuk memenuhi kebutuhan air bersih. 

Karena kesulitan air, warga sesekali menampung air hujan untuk keperluan mencuci dan mandi. "Walaupun musim hujan, keadaan sekarang seperti di musim kemarau. Untuk sekadar mencari air kami harus berjalan kaki cukup jauh," kata dia.

Dampak lain dugaan pencemaran limbah dari aktivitas penambangan itu, sebut Ade, terjadi di sektor pertanian. Pertumbuhan padi yang usianya relatif masih baru, akhir-akhir ini cenderung lamban. 

"Mungkin ini dampak dari kualitas air yang tercemar itu. Jadinya pertumbuhan padi tak seperti biasanya. Tanah di lahan sawah kami banyak terdapat lumpur," kata dia.

PT Tambang Semen Sukabumi merupakan rekanan PT Siam Cement Group. Perusahaan itu memasok kebutuhan bahan pembuatan semen ke perusahaan modal asing asal Thailand.

Manager Corporate Social Responsibility PT Siam Cement Group (Semen Jawa), Bambang Wiyono, mengaku belum bisa menanggapi adanya dugaan pencemaran yang berasal dari PT Tambang Semen Sukabumi. 

Tapi, ia mengaku akan segera berkoordinasi dengan penanggung jawab teknik PT Tambang Semen Sukabumi.

"Maaf, belum bisa menanggapi karena bukan wewenang saya. Nanti saya akan coba komunikasikan kepada kepala teknik tambangnya," kata Bambang saat dihubungi.


(UWA)