Satu Tewas Tertimbun di Cililin usai Gempa Lebak

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Rabu, 24 Jan 2018 18:38 WIB
gempagempa bumi
Satu Tewas Tertimbun di Cililin usai Gempa Lebak
Ilustrasi. MTVN/M Rizal

Bandung Barat: Gempa berkekuatan 6,1 Skala Richter yang terjadi Selasa, 23 Januari 2018, di perairan Lebak, Banten, memakan satu korban jiwa di Kabupaten Bandung Barat. Seorang pekerja pembuatan tembok penahan tebing di Desa Naggerang, Cililin, Bandung Barat dilaporkan tewas tertimbun longsor selang satu setengah jam setelah gempa.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung Dicky Maulana menuturkan insiden tersebut terjadi pada Selasa, 23 Januari 2017, sekitar pukul 16.30 WIB.

"Saat itu korban AR bersama pekerja yang lain tengah menggali pondasi tanah, dari pagi hingga sore hari," ucap Dicky saat dihubungi Medcom.id, Rabu 24 Januari 2017.

Setelah pengerjaan selesai dan sudah waktunya, pulang ternyata ada perkakas bangunan milik korban yang ketinggalan di dalam galian. AR kemudian kembali untuk mengambil alat galinya.

"Dia ketinggalan garpuh (alat menggali) di dalam tempat galian, saat diambil tiba-tiba tanah galian langsung ambruk dan menimbun korban," jelasnya.

Teman-teman korban berusaha menggali timbunan tersebut. Namun sayang, nyawa korban tidak tertolong. Jenazah Pemuda berusia 18 tahun ini, akhirnya dibawa oleh keluarganya dan dikebumikan pagi ini, Rabu, 24 Januari 2018, di kampung Sumumput, Bandung Barat.

"Jenazah sudah dimakamkan, kami sempat datang melihat pemakaman korban," paparnya.

Saat ditanya apakah insiden tersebut ada kaitannya dengan getaran gempa dari Lebak Banten Dicky menegaskan dari hasil pantauannya waktu gempa dan kejadian berjauhan. Pihak keluaragapun, menganggap ini kecelakaan kerja.

"Menurut kami tidak ada kaitannya gempa terjadi jam dua siang, sendangkan kejadiannya jam empat. Keluarga pun mengaku, ini adalah kecelakaan kerja saja," pungkasnya.


(SUR)