Panglima TNI: Kelompok Bersenjata di Papua Terus Diburu

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Minggu, 19 Nov 2017 14:15 WIB
kelompok bersenjata di papua
Panglima TNI: Kelompok Bersenjata di Papua Terus Diburu
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Foto: MTVN/M Sholahadin Azhar

Bandung: Kondisi Papua saat ini dinyatakan aman pascabebasnya 350 warga yang disandera kelompok bersenjata di Tembagapura. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan, Pasukan TNI saat ini sedang memburu para penyandera yang melarikan diri.

"Kelompok Kriminal bersenjata yang sebelumnya menyandera lebih dari seribu warga Negara Indonesia telah melarikan diri saat pasukan khusus TNI membebaskan para sandera, dan kini tengah dalam pengejaran," kata Gatot di Bandung, Minggu 19 November 2017.

Gatot menuturkan, koordinasi pengamanan antara TNI-Polri dalam pengamanan warga sipil saat operasi pembebasan para sandera, terjalin dengan sangat baik. "Ketika pembebasan sandera di Desa Kimberly dan Desa Bati dilakukan oleh anggota Kopassus bersama anggota Batalyon 751 Raider dan kostrad, untuk selanjutnya dilakukan evakuasi warga yang disandera oleh jajaran TNI Polri," ujarnya.

Gatot mengaku bersyukur operasi pembebasan para sandera berhasil dengan baik. Dan,tidak ada korban dari warga sipil yang menjadi sandera. 

"Misi yang ditugaskan kepada petugas TNI AD yaitu mengutamakan keselamatan warga masyarakat," pungkasnya.

Aparat gabungan mengevakuasi 350 warga yang disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua. Kapolda Papua Irjen Boy Rafli mengatakan proses evakuasi berlangsung hampir lima jam.

"Proses evakuasi diiringi serangan atau tembakan dari anggota KKB," kata Boy Rafli di Jayapura, Jumat, 17 November 2017.

Ratusan warga dibebaskan dari lokasi penyanderaan di Kimbeli. Pembebasan dilakukan sekitar pukul 09.30 WIT, dengan pasukan yang dipimpin Komandan Satuan Brimob Polda Papua Kombes Mathius D Fakhiri.





(ALB)