Perakit Bom Panci Mahasiswa Kampus Swasta Bandung

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Minggu, 09 Jul 2017 14:05 WIB
ledakan bom
Perakit Bom Panci Mahasiswa Kampus Swasta Bandung
Proses olah TKP di rumah kontrakan perakit bom Buahbatu, Bandung Jabar. (Metrotvnews.com/Octa)

Metrotvnews.com, Bandung: Olah tempat kejadian perkara kasus bom panci rampung sekitar pukul 12.00 WIB, Minggu, 9 Juli 2017. Tim Puslabfor Mabes Polri dan Inafis Polda Jabar membawa sejumlah barang bukti dari rumah kontrakan terduga teroris AW, di Kampung Kubangbereum RT 7 RW 11, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung.

Tim membawa sedikitnya lima kardus dari dalam rumah kontrakan itu. Barang-barang itu langsung dibawa untuk diteliti tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri.

Wakapolda Jabar Brigjen Bambang Purwanto menejelaskan tim menemukan tas ransel, mur, paku, kabel, dan panci. Bukti-butki itu akan dipisahkan. Mana yang terkait ledakan dan mana yang terkait proses pembuatan.

"Digabung dengan keterangan tersangka saat interograsi yang dilakukan tadi malam di ruangan terpisah Mapolrestabes Bandung," ucap Bambang kepada wartawan di lokasi kejadian ledakan.

Menurutnya, proses identifikasi tersebut akan memakan waktu kurang lebih satu hingga dua hari ini.

"Dari situ baru kita bisa simpulkan dia terkait jaringan teroris atau individu," bebernya.

Bambang menegaskan, untuk hasil penyidikan saat ini diketahui AW berprofesi sebagai pedagang bakso. Selain itu dia juga merupakan seorang mahasiswa di sebuah perguruan tinggi swasta di Kota Bandung.

"Dia ini, salah satu mahasiswa perguruan tinggi swasta di Bandung. Dia belajar merakit bom panci dari  internet," katanya.

Bambang menuturkan saat insiden ledakan bom di rumah kontrakan pada malam Sabtu, 8 Juli 2017, AW tidak berada di lokasi kejadian.

"Dia (AW), saat kejadian tidak sedang ada di rumah, kita masih identifikasi apakah waktu ditinggalkan olehnya bom itu aktif atau tidak," tandasnya.

Sebelumnya, AW diketahui merupakan warga Bumbulang Kabupaten Garut direncanakan diledakan di beberapa tempat di Kota Bandung. Hal itu diketahui dari catatan harian milk AG. Di dalam catatan itu, disebutkan sejumlah target peledakan. Namun, bom tersebut keburu meledak. 


(SAN)