Rutan Gunung Sindur Steril saat Terima Tahanan Teroris

Rizky Dewantara    •    Senin, 21 May 2018 14:15 WIB
terorisme
Rutan Gunung Sindur Steril saat Terima Tahanan Teroris
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal

Bogor: Sebanyak 58 tahanan teroris dipindahkan dari Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, ke rutan kategori high risk di Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, Minggu, 20 Mei 2018.

Kawasan sekitar Rutan Gunung Sindur sudah steril. Tidak ada yang bisa masuk tanpa izin pimpinan dan alasan yang jelas. Ini untuk mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan.

"Pemindahan ini dilakukan untuk mempermudah proses hukum tahanan teroris yang masih berjalan di Jakarta, baik untuk penyidikan, persidangan, dan upaya hukum lainnya," kata Direktur Jenderal Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami, Senin, 21 Mei 2018.

Tahanan teroris ini tetap ditempatkan di Rutan dengan tingkat pengamanan high risk one man one cell dan petugas pengamanan yang telah dicek.

Tahanan yang dipindahkan merupakan tahanan teroris yang sebelumnya ditempatkan di Cabang Rutan Salemba dan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jabar. Pascakejadian kerusuhan di Mako Brimob pada 10 Mei 2018 lalu, mereka dipindahkan ke Lapas High Risk di Nusakambangan.

"Dengan alasan kebutuhan pelaksanaan proses hukum tahanan teroris yang belum selesai, mereka dipindahkan ke Rutan Gunung Sindur," terang Utami.

Ia pun menyampaikan kesiapan Rutan Gunung Sindur untuk menerima tahanan teroris dengan sistem pengamanan maksimal sesuai standar prosedur operasional yang berlaku.

"Pemindahan tahanan teroris dilaksanakan dengan pengawalan Brimob, Densus, dan BNPT," imbuhnya.

 


(SUR)