Warga Wajib Celupkan Jari ke Tinta usai Bertransaksi di Pasar Murah

Ahmad Rofahan    •    Kamis, 26 Jul 2018 16:36 WIB
pasar murah
Warga Wajib Celupkan Jari ke Tinta usai Bertransaksi di Pasar Murah
Pembeli menyelupkan jarinya ke tinta, usai berbelanja di pasar murah di Cirebon. (Ahmad Rofahan)

Cirebon: Operasi pasar murah (OPM) digelar di daerah Cirebon, Jawa Barat. Dalam OPM, pembeli diwajibkan mencelupkan jari ke tinta yang disiapka usai melakukan transaksi. 

"Untuk mengantisipasi adanya masyarakat yang memborong di OPM dengan jumlah yang besar," kata Deputi Kepala BI Cirebon, Rawindra, di lokasi OPM, Cirebon, Kamis, 26 Juli 2018. 

Rawindra menuturkan, OPM yang diselenggarakan oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah ( TPID) dan Bank Indonesia (BI) Cirebon memberikan harga yang sangat murah. Bahkan, harga tersebut diklaim lebih murah hingga 78 persen, dibandingkan harga di pasaran. 

"Di pasaran, cabai masih Rp40 ribu per kilogram, di OPM hanya Rp20 ribu per kilogram. Telur dipasaran sekitar Rp25ribu - Rp24 ribu per kilogram, di OPM ini, hanya dijual RP 22.500 perkilogramnya,” jelasnya. 

Rawindra menuturkan, pembeli yang telah bertransaksi dan mencelupkan jarinya tak bisa kembali membeli kedua kalinya di hari yang sama. Namun, pembeli tetap bisa kembali bertransaksi esok. 

 "Kita juga membatasi jumlah pembelian. Untuk telur dan ayam dibatasi dua kilogram. Karena OPM ini untuk masyarakat, bukan pedagang," tandasnya.


(LDS)