Terpidana Akui Ada Bilik Asmara di Sukamiskin

P Aditya Prakasa    •    Rabu, 12 Dec 2018 15:36 WIB
Bilik Asmara Lapas Sukamiskin
Terpidana Akui Ada Bilik Asmara di Sukamiskin
Suasana sidang di Pengadilan Tipikor Kota Bandung terkait keberadaan bilik asmara di Lapas Sukamiskin, Rabu 12 Desember 2018, Medcom.id - P Aditya

Bandung: Fahmi Darmawansyah membangun dan mengelola bilik cinta di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Kota Bandung, Jawa Barat. Fahmi menghuni sel di Lapas Sukamiskin sejak Juni 2017 sebagai terpidana kasus suap satelit monitoring Bakamla(Badan Keamanan Laut).

Pernyataan itu disampaikan Andri Rahmat, warga binaan di Sukamiskin, saat memberikan kesaksian dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Kota Bandung, Rabu, 12 November 2018. Bahkan, Andri turut merenovasi kamar spesial untuk terpidana berhubungan intim bersama istrinya tersebut.

Baca: Kalapas Sukamiskin tak Tahu Soal Bilik Asmara

"Asalnya, kamar itu WC (kamar mandi) dan gudang. Saya yang renovasi disuruh Fahmi Darmawansyah dan ya, diketahui terdakwa (Wahid Husen)," kata Andri dalam sidang dengan terdakwa Wahid Husen, mantan Kepala Lapas Sukamiskin Kota Bandung.

Tak banyak yang diubah dari ruangan tersebut. Mulai dari ukuran hingga fasilitasnya. 

"Tapi ada ranjangnya. Ya untuk berhubungan badan Fahmi dan istrinya saja," ujar Andri menjawab pertanyaan Hakim Marsidin Nawawi di sidang.

Semula, lanjut Andri, ruangan itu khusus Fahmi saat sang istri datang berkunjung. Tapi, beberapa narapidana berminat menggunakan, terutama yang telah menjalani pidana cukup lama.

Menurut Andri, tujuh narapidana menggunakan fasilitas tersebut. Ia hanya mengingat nama Sanusi, Suparman, dan Umar.

"Sisanya saya lupa namanya, tapi narapidana tindak pidana korupsi (tipikor)," kata Andri.

Andri menjadi penghuni sel Lapas Sukamiskin sejak 2011 karena kasus pidana umum. Di dalam Lapas, dia melayani perkerjaan merenovasi kamar sel dan sebagai tukang pijat.


(RRN)