Ridwan Kamil Minta Para Guru Pahami Industri Digital

Roni Kurniawan    •    Senin, 26 Nov 2018 11:36 WIB
hari guru
Ridwan Kamil Minta Para Guru Pahami Industri Digital
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjadi pembina upacara dalam peringatan Haru Guru Nasional di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 26 November 2018.

Bandung: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berharap banyak kepada para guru untuk mendidik para pelajar dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Para guru diminta Emil harus lebih memahami industri digital agar bisa menyampaikan lebih detail ke anak didik atau pelajar di Jabar.

Hal itu diungkapkan Emil usai menjadi pembina upacara dalam peringatan Hari Guru Nasional di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin, 26 November 2018. Dalam sambutan, Emil menyampaikan amanat dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) termasuk menghadapi revolusi industri 4.0.

"Saya hari ini membacakan amanat dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, intinya sekarang hadir fenomena revolusi industri 4.0, sehingga diharapkan para guru meningkatkan profesionalisme, memberikan kesiapan pada generasi didiknya menghadapi persaingan yang semakin digital ya," kata Emil usai upacara.

Kualitas para guru pun diyakini Emil memiliki peran yang sangat vital bagi para pelajar untuk menghadapu revolusi industri. Pasalnya, peran guru sangat besar untuk menyampaikan hal tersebut karena hampir setiap hari bertemu dengan anak didiknya.

"Tidak hanya mempersiapkan anak didiknya, berarti guru-gurunya juga secara kompetensi harus meningkatkan kualitas. Dengan begutu insyaallah kualitas generasi baru kita mampu bersaing dengan negara-negara yang sudah lebih save," ungkapnya.

Sementara itu Emil mengaku telah memiliki program untuk meningkatkan kapasitas guru terutama dalam bidang ekonomi digital. Bahkan program tersebut akan dimasukkan ke dalam kurikulum di sekolah.

"Kemudian menitipkan penyerapan anak didik juga melalui industri, dengan astra grup misalkan, sedang mmbahas nanti asetnya milik provinsi tapi kurikulumnya busa ditambahi disempurnakan oleh industri," ujar Emil.


(ALB)