Pelaku Penganiaya Tiga Polisi di Bekasi Dibekuk

Antonio    •    Jumat, 02 Nov 2018 18:50 WIB
penganiayaan
Pelaku Penganiaya Tiga Polisi di Bekasi Dibekuk
Garis polisi dibentangkan di sekitar toko obat yang menjadi lokasi pengeroyokan terhadap polisi di Bekasi, Medcom.id - Antonio

Bekasi: Pelaku utama penganiayaan kepada anggota Sat Narkoba Polsek Bekasi Kota, Kota Bekasi, Jawa Barat, ditangkap. Penangkapan dilakukan setelah polisi mendatangi lokasi kejadian pada Kamis 1 Nopember 2018.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Indarto menyatakan, anggota kepolisian dari Sat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota langsung diterjunkan usai mendapat informasi ada anggota yang menjadi korban penganiayaan.

“Dengan dasar itu tadi malam saya langsung kerahkan satu tim untuk menangkap yang tadi memukul anggota. Satu tim lagi untuk ke toko obatnya, yang tim satu lagi dapat pelaku utamanya, yang lainnya (pelaku) lari ke jalan tol,” kata dia di Bekasi, Jumat 2 Nopember 2018.

Ia mengatakan, saat ini pihaknya telah mengantongi identitas tujuh orang pelaku lainnya. Dirinya mengimbau supaya mereka segera menyerahkan diri.

“Karena kalau enggak menyerahkan diri sudah jelas saya akan tangkap. Sampai lubang semut akan saya tangkap. Kalau melawan saya akan melakukan tindakan tegas berdasarkan hukum,” ujarnya.

Selain telah menangkap pelaku utama penganiayaan, pihak kepolisian juga mengejar pemilik toko. Namun, pemilik toko tersebut melarikan diri.

“Akhirnya pak RT saya panggil dengan satu orang warga untuk menyaksikan saya bongkar (toko obat), benar di dalamnya kita dapat berapa ratus atau bahkan ribu obat-obatan keras yang tidak boleh dijual setara toko obat. Yang boleh jual hanya apotik, apotik pun pakai resep dokter,” tutur Indarto.

Tiga anggota Sat Narkoba Polsek Bekasi Kota menjadi korban penganiayaan sejumlah preman di Jalan Bintara Pradana, Bintara, Kota Bekasi, Kamis 1 November 2018 malam. Hal itu dibenarkan Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Indarto.

Tiga orang anggota kepolisian tersebut ialah Ipda Kabul Priyono, Bripka M Solichin, dan Bripda Arif Prabowo.

Mereka menjadi korban penganiayaan ketika tengah melakukan pemeriksaan ke toko obat di sekitar lokasi kejadian. Pemeriksaan itu dilakukan karena adanya laporan warga terkait dengan penjualan obat terlarang di toko tersebut.


(RRN)