Polda Jawa Barat Ungkap Prostitusi Online

Antara    •    Kamis, 01 Sep 2016 18:30 WIB
prostitusi online
Polda Jawa Barat Ungkap Prostitusi <i>Online</i>
Ilustrasi--foto sejumlah pekerja seks komersial dijajakan di media sosial (Foto: MTVN/MK Rosyid)

Metrotvnews.com, Bandung: Kepolisian Daerah Jawa Barat mengungkap praktik prostitusi dalam jaringan (online). Dua tersangka yang menjalankan bisnis itu di sejumlah kota besar di Indonesia dibekuk.

"Tersangka menawarkan PSK (pekerja seks komersial) melalui sosmed (sosial media) dengan kisaran harga Rp1,5 juta hingga Rp5 juta," kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Yusri Yunus kepada wartawan di Bandung, Jawa Barat, Kamis (1/9/2016).

Tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat Subdit II Unit 2 menangkap dua tersangka dan beberapa korban yang menjadi pekerja seks komersial di sebuah hotel, di Kota Bandung, Kamis 11 Agustus 2016. Dua tersangka yakni NNU, 25, warga Jakarta Selatan, dan MIR, 21, warga Kota Bandung.

"Tempat kejadian perkara (penangkapan) di hotel, di Kota Bandung," kata dia.

Ia menjelaskan, kedua tersangka menjalankan bisnisnya itu melalui akun Twitter Bandung Agency @agencyladies yang menawarkan PSK untuk level menengah ke bawah. Setiap transaksi, kata Yusri, tersangka meminta uang muka sebesar Rp500 ribu hingga Rp1 juta. Sisa pembayarannya diberikan langsung pada PSK.

"Sisa pembayaran diserahkan dari tamu ke PSK yang kemudian PSK tersebut memberikan komisi kepada asisten atau agen 30 persen," imbuh dia.

Hasil pemeriksaan sementara, akun prostitusi online itu meliputi kota-kota besar di antaranya Bali, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Malang, Surabaya, Semarang, Jambi, Medan, Kalimantan, Purwokerto, dan Yogyakarta.

Polisi menyita barang bukti berupa telepon seluler berbagai merk, beberapa buku tabungan BCA, ATM, Paspor BCA, kondom, dan lubricant.

Tersangka dijerat pasal berlapis yakni Pasal 27 Ayat (1) juncto Pasal 45 Ayat (1) Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Pasal 4 Ayat (2) huruf d juncto Pasal 30 Undang Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan Pasal 296 KUHPidana dan Pasal 506 KUHPidana.


(TTD)