Banyak CSR Mengalir ke Emil

Media Indonesia    •    Selasa, 23 Jan 2018 12:09 WIB
ridwan kamilkota bandung
Banyak CSR Mengalir ke Emil
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil -- MI/Bayu Anggoro

Bandung: Sampah pernah jadi masalah besar di Kota Bandung, Jawa Barat. Sejumlah upaya pun dilakukan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil untuk mengelola sampah dengan lebih baik.

Salah satunya dengan menyediakan tempat pembuangan sampah sementara dengan teknologi biodigester. Hingga kini, dua Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sudah menggunakan teknologi itu.

"Idealnya Kota Bandung memiliki empat TPS biodigester. Teknologi ini mampu mereduksi sampah sampai 50 persen," kata Emil saat meresmikan TPS biodigester di Tegallega, Bandung, Senin, 22 Januari 2018.

Emil berjanji, terus menambah jumlah infrastruktur tersebut karena tingginya sampah yang dihasilkan. "Tahun ini dan tahun depan akan ditambah lagi," ucapnya.

Menurut Emil, teknologi biodigister mengelola sampah dengan cara dipress dan airnya dibuang, sehingga volumenya berkurang setengahnya. Sisa reduksi sampah ini diubah menjadi gas dan bisa dimanfaatkan masyarakat.

Khusus di TPS Tegalega, Pemkot Bandung tidak perlu merogoh kocek Aanggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Bank BJB memberikan sumbangan pengadaan mesin biodigester sebagai program tanggung jawab sosial perusahaan.

Direktur Utama PD Kebersihan Kota Bandung Deni Nurdiana menambahkan, TPS biodigester juga sudah dioperasikan di kawasan Gedebage. Dari total volume sampah 80 ton per hari, TPS ini memproduksi 40 kilogram gas.

"Gasnya disalurkan ke masyarakat melalui pipa-pipa," ujar Deni.

Harga satu mesin biodigester dibanderol Rp4 miliar. Untuk menerapkan teknologi itu, Pemkot Bandung bekerja sama dengan Pemerintah Kota Kawasaki, Jepang.

Pengelolaan sampah di Kota Bandung juga mendapat perhatian PT PLN Distribusi Jawa Barat. Kemarin, perusahaan juga memberikan bantuan dana untuk pendirian 10 bank sampah baru di Kota Kembang.

"Kami menyerahkan Rp316 juta kepada wali kota untuk diteruskan kepada pengelola bank sampah induk Kota Bandung," kata General Manager PLN Distribusi Jabar Iwan Purwana.

Iwan menambahkan, pengelolaan sampah harus melibatkan masyarakat. Saat ini, banyak komunitas yang peduli dalam pengolahan sampah melalui aneka daya kreativitas.

"Ini sesuatu yang harus didukung secara maksimal," tandasnya.

Sejak 2014, PLN aktif membantu dan membina bank sampah di Kota Bandung. Di awal pendirian Bank Sampah Induk, Kota Bandung memiliki 52 unit bank sampah.

Sampai akhir 2017, jumlah bank sampah mencapai 131 unit di 54 kelurahan. "Keberadaan bank sampah di Bandung telah berhasil mengurangi volume sampah karena sebagian sampah yang masih memiliki nilai ekonomi dapat dimanfaatkan," tutup Iwan.


(NIN)