Enam Pembuat Video Porno Bakal Dijatuhi Hukuman Maksimal

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Senin, 08 Jan 2018 15:40 WIB
kekerasan seksual anak
Enam Pembuat Video Porno Bakal Dijatuhi Hukuman Maksimal
Ilustrasi

Bandung: Seluruh pelaku pembuatan video porno yang melibatkan anak laki-laki di Bandung bakal dijatuhi hukuman maksimal. Mereka diancam Pasal 81 UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan hukuman 5 hingga 15 tahun penjara.

"Kita berikan hukuman paling maksimal," kata Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto saat memberikan keterangan pers di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Bandung, Senin, 8 Januari 2018.

Agung mengatakan enam pelaku ditangkap di lokasi berbeda pada Sabtu, 6 Januari 2018. "Mengenai keterkaitan dengan jaringan internasional, masih kita identifikasi. Modus operandinya yaitu iming-iming uang," paparnya.

(Baca: Bocah Pemeran Video Porno Dibayar Playstation)

Kepolisian meminta masyarakat yang masih memiliki video porno untuk tak menyebarkannya dan menghapusnya. "Karena ini juga pidana (menyebarkan). Masyarakat harus lebih peduli, jangan sampai putra dan putrinya jadi korban," lanjutnya.

Sebelumnya, polisi menangkap enam pelaku pembuatan video porno di Bandung. Video yang tersebar melalui media sosial pada Desember 2017 itu menjadikan wanita dewasa dan anak laki-laki sebagai pemeran.

Pelaku masing-masing adalah F yang berperan sebagai sutradara; APR dan IM sebagai perekrut sekaligus pemeran; serta SR sebagai perekrut. Polisi juga membekuk dua perempuan yang merupakan ibu kandung para bocah yang menjadi aktor dalam film tersebut. Keduanya berinisial SS dan HE.

(Baca: Sutradara Akui Bikin Video Porno Libatkan Anak Sesuai Pesanan)

Bocah yang terlibat dalam film itu ada tiga orang. Mereka adalah DN, 9; SP, 11; dan RD, 9. Ketiganya masih duduk di bangku SD.

Kini, ketiga bocah itu berada dalam penanganan unit PPA Polda Jabar. Mereka trauma atas kejadian tersebut.

 


(NIN)