Perda soal Tata Ruang Bandung akan Dibatalkan

Jaenal Mutakin    •    Jumat, 28 Oct 2016 14:13 WIB
perda
Perda soal Tata Ruang Bandung akan Dibatalkan
Wakil Gubernur Deddy Mizwar, MTVN - Jaenal Mutakin

Metrotvnews.com, Bandung: Pembangunan kondominium hotel (kondotel) di Bandung sebelah utara, Jawa Barat, melanggar kesepakatan. Pasalnya kondotel berdiri di kawasan hijau.

Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar menegaskan bangunan tak boleh berdiri di kawasan hijau. Sebab, kawasan tersebut khusus untuk hutan lindung.

Deddy mengatakan Pemerintah Kota Bandung memiliki peraturan daerah (perda) soal rencana detail tata ruang (RDTR). Namun perizinan kondotel menyimpang dari perda.

Deddy mempertanyakan pelanggaran tersebut. Ia pun mengaku pemerintah provinsi akan mengambil tindakan tegas pada Pemerintah Kota Bandung.

"Makanya akan kami batalkan Perda RDTR Kota Bandung. Ini sudah keluar dari kesepakatan," kata Deddy di Gedung Sate, Bandung, Jumat (28/10/2016).

Seharusnya, kata Deddy, kondotel dibangun di kawasan merah. Sebab area itu untuk kebutuhan usaha dan komersial.

Sedangkan kawasan kuning untuk membangun perumahan pribadi nonkomersial. Sementara di kawasan hijau dilarang untuk dibangun apapun.

"Di area kuning saja, kondotel tidak boleh apalagi di area hijau,” ujarnya.

Lantaran itu, kata Deddy, pemprov akan membentuk tim khusus beranggotakan penegak hukum dan ahli untuk mengkaji kondotel di kawasan hijau. 

"Tapi yang pasti, akan kami batalkan dulu perdanya," lanjut Deddy.

Deddy pun mengimbau pengusaha dan investor untuk memahami rencana tata ruang di Kota Bandung. Deddy juga mengimbau investor tak tergiur dengan janji pegawai pemerintahan yang mengaku dapat mengizinkan bangunan di kawasan kuning maupun hijau.

Pakar Hukum dan Tata Ruang, Asep Warlan, menilai langkah pemprov Jabar itu tepat. Sebab, tindakan yang melanggar hukum harus mendapat perhatian pemerintah.

"Kembalikan lagi ke hijau dan selanjutnya Kota Bandung harus mengubah perda tersebut,” ujar Asep.


(RRN)