Warga Kelurahan Cempaka Putih Tangsel Tolak Dieksekusi

Farhan Dwitama    •    Selasa, 28 Aug 2018 11:41 WIB
eksekusi lahan
Warga Kelurahan Cempaka Putih Tangsel Tolak Dieksekusi
Puluhan warga RT02/04 Kelurahan Cempaka Putih, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan menolak rencana eksekusi lahan yang dilakukan Pengadilan Negeri Tangerang, Selasa, 28 Agustus 2018. Medcom.id/ Farhan Dwitama.

Tangerang: Puluhan warga RT02/04 Kelurahan Cempaka Putih, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan menggelar demonstrasi terkait rencana eksekusi lahan yang diduduki warga dan diakui milik Kementerian Agama (Universitas Islam Negeri syarif Hidayatullah Jakarta). 

Sejumlah ahli waris dan keluarga korban, membentangkan spanduk penolakan rencana eksekusi lahan yang dikabarkan akan dilakukan Pengadilan Negeri Tangerang siang ini.

Diyan, 35, ahli waris pemilik lahan mengaku akan tetap mempertahankan lahan yang dibeli oleh orang tuanya tersebut.

"Sampai titik darah penghabisan kami akan pertahankan hak-hak kami, tanah kami ini sah atas hibah yang diberikan Yayasan Pendidikan Madrasah Islam Indonesia (YPMII)," kata Diyan di lokasi, Selasa, 28 Agustus 2018.



Menurut Diyan, pemerintah sebelumnya telah mengakui lahan milik orang tuanya itu secara sah. Buktinya saat ada pelebaran jalan pada tahun 1992, tanah yang digusur mendapat ganti rugi dari pemerintah. 

Pernyataan serupa juga disampaikan Nenek Tanjung, 66, warga yang mengaku telah tinggal selama 36 tahun ini tak bisa berbuat banyak ketika dua ruko miliknya dibongkar paksa pada 28 November 2017 lalu. 

"Saya masih belum menerima eksekusi sepihak yang dilakukan, padahal saya ini abdi negara. 28 tahun jadi PNs di UIN," ungkap Tanjung. 

Menurutnya, Pemerintah atas nama Kementerian Agama tak bisa semena-mena mengusir warga yang telah secara sah menempati lahan yang ditempatinya.


(DEN)