Kecelakaan di Perlintasan Kereta

Perlintasan Kereta Disebut Akses Tercepat ke Terminal Bekasi

Antonio    •    Kamis, 23 Aug 2018 19:23 WIB
kecelakaan kereta
Perlintasan Kereta Disebut Akses Tercepat ke Terminal Bekasi
Sebuah kereta melintasi perlintasan Bulak Kapal, Bekasi, Medcom.id - Antonio

Bekasi: Warga di sekitar perlintasan kereta api di Bulak Kapal, Kota Bekasi, Jawa Barat, tak mau kecelakaan yang terjadi pada tiga hari lalu terulang lagi. Lantaran itu, warga meminta pemerintah setempat melengkapi perlintasan dengan palang pintu, lampu peringatan, maupun pos jaga.

Yosua Adung, 26, warga setempat, mengatakan perlintasan itu merupakan salah satu akses yang menghubungkan Aren Jaya, Duren Jaya, dan Bekasi Jaya menuju Cikarang atau Terminal Bekasi. Perlintasan itu melewati Jalan Pahlawan.

Setiap hari, Yosua mengaku melewati jalur tersebut menuju tempatnya bekerja di Cibitung. Lalu lintas dan keramaian di perlintasan menjadi pemandangan sehari-hari bagi Yosua.

"Jalan di situ (perlintasan) memang kerap ramai, terutama di jam-jam sibuk. Makanya penting sekali pemerintah menyediakan peringatan di perlintasan itu. Apalagi kan, ada stasiun di dekat sini," ujar Yosua kepada Medcom.id, Kamis, 23 Agustus 2018.

Sebenarnya, lanjut Yosua, ada jalur lain yang tidak mengharuskannya melintasi rel, yaitu di Jalan Agus Salim. Tapi waktu tempuhnya lama.

"Lebih jauh karena harus memutar arah," ungkap Yosua.

Dean, 22, warga Narogong, pun mengaku senada. Ia meminta pemerintah segera memasang palang pintu atau peringatan lain di sekitar perlintasan.

"Biar aman dan enggak ada kecelakaan,” tuturnya.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Deded Kusmayadi mengatakan perlintasan itu ilegal alias liar. Pemkot pun menawarkan solusi pada warga agar lalu lintas di jalur itu tetap berjalan lancar.

Baca: Flyover akan Dibangun di Perlintasan Ilegal Kereta Api di Bekasi

"Nah rencananya akan kami tutup perlintasannya. Sebagai solusi, kami berencana membangun flyover sehingga warga dapat melintasi lokasi itu," kata Deded di Kota Bekasi. 

Menurut Deded, petugas akan disiagakan di lokasi itu hingga flyover tersedia. Itu bertujuan mencegah kecelakaan terjadi di perlintasan.

Deded mengatakan petugas di sekitar lokasi merupakan solusi jangka pendek. Namun, ungkapnya, Pemkot akan segera berkoordinasi untuk mempercepat proses pembangunan flyover.

Pemerintah, lanjutnya, sudah menyiapkan dana. Namun, pemerintah mengalami kendala membebaskan lahan.

Pada Senin sore, 20 Agustus 2018, sebuah mobil mengalami mati mesin saat melewati perlintasan tersebut. Di saat bersamaan, kereta datang dari arah Jakarta hingga benturan tak dapat dihindarkan. Kecelakaan itu mengakibatkan satu orang tewas.

"Dengan kecelakaan kemarin itu, mau tidak mau kita harus mempercepat pembebasan lahan," kata Deded.



(RRN)