Baru Panen, Harga Garam di Cirebon Merosot

Ahmad Rofahan    •    Selasa, 10 Jul 2018 13:34 WIB
harga garam
Baru Panen, Harga Garam di Cirebon Merosot
Petani sedang memanen garam di Desa Rawaurip Kabupaten Cirebon. (Foto: Ahmad Rofahan)

Cirebon: Para petani garam di Cirebon, Jawa Barat, mengeluhkan merosotnya harga garam yang terjadi  beberapa hari ini. Yang lebih membuat para petani kecewa, merosotnya harga garam berbarengan dengan saat panen.
 
Seperti halnya yang dirasakan oleh Ismail Marzuki, 31, petani garam asal Desa Rawaurip, Kecamatan Astanajapura ini, mengeluhkan turunnya harga garam cukup signifikan.

Jika sebelumnya, harga garam masih bisa dijual Rp2 ribu per kilogram. Saat ini hanya dihargai Rp800 per kilogram.

Ismail mengatakan, penurunan harga terjadi cukup cepat. Saat baru beberapa petani yang panen, harga masih berkisar Rp2 ribu per kilonya. Namun dalam beberapa hari, harga terus menurun.

"Turunya sangat cepat. Mulai dari Rp1.600 per kilogram, menjadi Rp1.200 dan Rp1.000, hingga Rp800 per kilonya," kata Ismail di Cirebon, Selasa, 10 Juli 2018.

Padahal, dirinya bersama petani lainnya baru saja merasakan panen garam yang sudah lama dinantikan. Para petani garam, baru menggarap sekitar satu bulan lebih dalam musim kemarau ini.

“Turunnya harga garam ini, diperkirakan karena ulah para tengkulak yang memainkan harga,” kata Ismail.

Keluhan juga disampaikan Dul Ghoni, 42. Ia menduga, ada yang memainkan harga garam milik petani, sehingga harga garam menurun signifikan.

Padahal, garam yang dihasilkan petani belum bisa mencukupi kebutuhan saat ini. Sementara, garam yang dihasilkan petani tahun lalu cukup sedikit karena musim kemarau yang pendek.

"Padahal garam masih kurang, tapi kenapa harganya malah merosot tajam,” kata Dul Ghoni.

Ia berharap, pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan harga garam milik petani. Karena ia menduga ada oknum yang sedang mempermainkan harga garam.

“Bisa saja harganya merosot lagi. Oleh karena itu, saya minta pemerintah untuk segera bertindak,” kata Dul Ghoni.


(LDS)