Terpantik Survei Waze, Wali Kota Bogor Ancam Petugas DLLAJ

Mulvi Muhammad Noor    •    Senin, 19 Sep 2016 20:09 WIB
transportasi berbasis aplikasi
Terpantik Survei Waze, Wali Kota Bogor Ancam Petugas DLLAJ
?Salah satu titik kemacetan di Kota Bogor, tepatnya di Jalan Pajajaran sekitar Tugu Kujang. (Foto:Metrotvnews.com/Mulvi)

Metrotvnews.com, Bogor: Gelar kota terburuk kedua di dunia bagi pengendara yang disematkan terhadap Bogor nampaknya menjadi tamparan keras bagi Pemerintah Kota Bogor. Usai hasil analisis pengelola aplikasi navigasi Waze ini mencuat di publik, Pemerintah Kota Bogor buru-buru menyiapkan sejumlah langkah. 

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, mengatakan banyak faktor yang mempengaruhi buruknya lalu lintas di kotanya. Seperti, minimnya efektivitas kinerja dari pejabat dan petugas di Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ). 

"Minggu ini saya akan evaluasi semua, terutama jajaran struktural di dinas perhubungan (DLLAJ, red.)," kata Bima Arya di Balai Kota Bogor, Senin (19/9/2016). 

Menurut Bima, masih ada pejabat jajaran struktural di DLLAJ yang tidak serius dalam menjalankan tugasnya. Hal ini menjadi salah satu sebab target capaian di bidang lalu lintas tak dicapai. 

"Saya lihat ada yang sudah bekerja keras di lapangan, ada juga yang tidur. Yang tidur ini saya minta bangun, kalau gak mau bangun, saya copot ke tempat lain," kata dia. 

Bima mengaku sudah berkoordinasi dengan Kepala DLLAJ dan Badan Kepagawaian untuk evaluasi ini. Di samping itu, pihaknya juga tengah mengusulkan penambahan petugas lapangan DLLAJ dari 60 petugas menjadi 150 petugas pada 2017.

"Dishub (DLLAJ, red.) ini perlu disegarkan segera," kata Bima. 

Seperti diketahui, Kota Bogor menjadi perhatian dunia setelah Waze menempatkannya sebagai kota terburuk kedua di dunia bagi pengendara setelah Kota Cebo, Filipina. Aplikasi yang berbasis di Amerika ini menganalisis kondisi lalu lintas di Kota Bogor berdasarkan sejumlah indikator dan dilakukan di kota-kota di dunia dengan pengguna aktif bulanan lebih dari 20 ribu.

 


(UWA)