Aktivitas Pasar di Aceh Tenggara Mulai Normal

Antara    •    Rabu, 21 Feb 2018 14:09 WIB
gunung berapierupsi gunung sinabungerupsi gunung
Aktivitas Pasar di Aceh Tenggara Mulai Normal
Warga beraktivitas dengan latar belakang Gunung Sinabung, di Karo, Sumatera Utara. Foto: Antara/Irsan Mulyadi

Kutacane: Aktivitas jual-beli di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, mulai normal setelah sempat terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Sinabung. Pedagang mulai menjajakan komoditas ke pembeli.

Dari pantauan di Pasar Inpres, Kutacane, Rabu, 21 Februari 2018, ratusan pedagang mulai menggelar dagangannya di tempat yang telah disediakan. Pembeli mulai tampak lebih ramai jika dibandingkan dengan dua hari sebelumnya.

"Ya, baru hari ini ramai. Sebelumnya di hari meletusnya Gunung Sinabung, pasar ini juga ramai. Namun tiba-tiba sepi pagi hari akibat banyak abu," kata Muhammad Isnaini, 30, salah satu pedangang.

Harga kebutuhan pokok di pasar lebih tinggi dibanding hari biasa. Terutama sayur-mayur yang didatangkan dari Brastagi, Kabupaten Karo.

"Rata-rata naik Rp1.000 sampai Rp2.000 per kilogram jika dibandingkan sebelum meletusnya Gunung Sinabung," terang pedangang Pasar Kuning, Dewi boru Sembiring (35).

Fatima, 45, seorang pembeli kebutuhan pokok di Kutacane mengatakan, dirinya memang rutin tiga hari sekali berbelanja ke pasar setempat untuk membeli bahan pokok makanan. Ia berharap, agar kondisi dari erupsi Gunung Sinabung bisa cepat diatasi oleh pihak terkait, sehingga keadaan menjadi normal kembali.

"Sebab kalau terus meletus seperti baru-batu ini, maka kami yang tinggal di wilayah perbatasan cuma merasakan dampaknya," kata dia.

(Baca: Abu Vulkanik Gunung Sinabung Selimuti Aceh)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kemarin menyebut material abu vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara, telah menutupi langit di Wilayah Aceh.

"Dari citra satelit jelas terlihat, pergerakan debu vulkanik menutupi Aceh secara merata," jelas Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Blangbintang, Aceh, Zakaria.

Ia mengatakan, dampak dari erupsi Gunung Sinabung mulai terjadi sejak Senin, 19 Februari 2018, dan terbawa angin yang mengarah ke wilayah Tenggara dan Barat-Selatan di provinsi paling ujung utara di Sumatera ini.

(Baca: Ribuan Hektare Tanaman Warga Tertutup Abu Gunung Sinabung)


(SUR)