Metrotvnews.com Dapat Penghargaan Peduli Citarum dari Kodam Siliwangi

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Sabtu, 24 Mar 2018 01:45 WIB
pencemaran sungai
Metrotvnews.com Dapat Penghargaan Peduli Citarum dari Kodam Siliwangi
Octavianus, kontributor Metrotvnews.com, menunjukkan Piagam Penghargaan dari Kodam III Siliwangi atas kepedulian Metrotvnews.com pada Program Citarum Harum.

Bandung: Metrotvnews.com mendapat penghargaan dari Kodam III Siliwangi atas pemberitaan mengenai Sungai Citarum. Penyerahan penghargaan dilakukan dalam acara pisah sambut Pangdam Siliwangi dari Mayjen TNI Doni Monardo kepada Mayjen TNI Hasto Karyawan.

Acara penyerahan penghargaan berlangsung di Gedung Graha Siliwangi, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat malam, 23 Maret 2018. Doni pun mengapresiasi media yang turut serta berkontribusi dalam Program Citarum Harum.

"Tanpa media mungkin tidak akan terangkat program kita ini (Citarum Harum), Saya sangat tersanjung semua meliput dan bergerak untuk Citarum harum," kata Doni dalam kata sambutannya.

Doni juga mengapresiasi dorongan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan atau Aher dalam program tersebut. Menurut Doni, Aher menginspirasi TNI dalam program itu.

"Beliau (Aher) yang memberikan inspirasi dan ide kepada saya apa yang kita lakukan, hari ini adalah gagasan beliau. Berkat kerja keras dan bantuan dari seluruh komponen program ini bisa ada," tegas Doni.

Keberhasilan program, lanjut Doni, tak lepas dari perhatian banyak pihak. Di antaranya Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto, relawan, dan kalangan akademisi.

Selain Metrotvnews.com, penghargaan diserahkan kepada sejumlah media lain. Beberapa di antaranya Kompas.com, Vivanews.com, dan Detik.com.

Pemimpin Redaksi Metrotvnews.com Abdul Kohar berterima kasih atas penghargaan dari Kodam Siliwangi. Bagi Abdul Kohar, penghargaan itu merupakan hal yang membanggakan.

Melalui pemberitaan, lanjut Abdul Kohar, Metrotvnews.com peduli terhadap lingkungan. Termasuk, kepedulian terhadap Sungai Citarum yang berlokasi di Jabar.

"Apa yang kami lakukan merupakan salah satu bentuk partisipasi kami mengajak publik untuk ikut peduli mewujudkan tata lingkungan yang sehat," kata Abdul Kohar.

Publik perlu diajak untuk mencintai Sungai Citarum. Pers tidak boleh lelah untuk terus 'mengetuk' agar sungai kita tak makin tercemar.

Metrotvnews.com berkaca pada cara anggota TNI di teritori Kodam Siliwangi dalam merawat Citarum agar tetap harum. Media perlu terus mewartakan hal-hal baik, teladan-teladan mulia, juga kerja-kerja penting tapi sunyi.

"Agar makin banyak masyarakat yang juga berbuat baik," kata Abdul Kohar.

Membenahi pencemaran Sungai Citarum tidaklah mudah. Limbah atau sampah, tak berhenti mengalir di Sungai Citarum bila masyarakat tak mengubah perilaku.

Dalam berita di Medcom.id berjudul Mengubah Kebiasaan Masyarakat Demi Sungai Citarum Bersih, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jabar Anang Sudarna menyebut Sungai Citarum tercemar karena kebiasaan buruk membuang sampah atau limbah. Masyarakat dan pelaku industri perlu disadarkan untuk peduli dengan Citarum.

Sungai Citarum merupakan sumber air minum 27,5 juta penduduk, baik di Jawa Barat maupun DKI Jakarta. Bahkan, 80 persen air minum masyarakat Jakarta bersumber dari Sungai Citarum.
 
Baca: Presiden Minta Penataan Sungai Citarum segera Dijalankan

Citarum merupakan sungai terpanjang dan terbesar di Jawa Barat. Aliran sungai sepanjang kurang lebih 300 kilometer melintas dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Cianjur, Purwakarta, lalu bermuara di Karawang.

Lebih 100 pabrik beroperasi di sekitar Citarum. Diduga, aktivitas pembuangan limbah mencemarkan air Citarum. Selain itu, sampah rumah tangga juga ditemukan di sungai.

Baca: Ratusan Pabrik Cemari Sungai Citarum

Kodam III/Siliwangi beserta kepolisian dan pemerintah daerah pun membentuk Tim Citarum Harum. Mereka bertugas melacak pabrik yang membuang limbah ke Citarum. Bila menemukan indikasi pembuangan limbah, tim akan memberikan peringatan hingga merekomendasikan pencabutan izin perusahaan.

Tim juga bertugas membina dan menyosialisasikan ke masyarakat soal penanganan limbah rumah tangga. Sehingga masyarakat tak membuang sampah ke Citarum. Sebab, Citarum rentan tercemar.

Baca: Tim Citarum Harum Awasi 81 Perusahaan di Karawang
 


(DMR)