Pemkot Bogor Terima Beras Impor bila Kondisi Darurat

Rizky Dewantara    •    Senin, 05 Mar 2018 19:32 WIB
beras
Pemkot Bogor Terima Beras Impor bila Kondisi Darurat
Persediaan beras bulog, Ant - Eric Ireng

Bogor: Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, menolak beras impor masuk ke daerahnya. Kecuali, kondisi darurat terjadi di Bogor seperti bencana, gejolak harga, dan inflasi.

Sebanyak 261 ribu ton beras impor masuk ke Indonesia. Tujuan pemerintah pusat mengimpor beras untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri.

Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Bogor Usmar Hariman menegaskan masih memiliki stok beras. Hingga berita ini dimuat, Bogor memiliki cadangan beras untuk memenuhi kebutuhan konsumsi.

"Pasokan beras lokal masih cukup. Ditambah dengan distribusi dari kawasan sekitar Bogor yang merupakan lumbung beras, misalnya Cianjur, Kabupaten Bogor, dan Karawang," kata Usmar ditemui di Balai Kota Bogor, Senin, 5 Maret 2018.

Bahkan, stok cukup untuk operasi pasar. Jadi, beras impor belum dibutuhkan.

Sementara itu, Asep (45) salah satu pedagang sembako di Pasar Jambu Dua Kota Bogor menjelaskan, untuk  harga beras putih di Kota Bogor rata-rata  Rp. 23 ribu per kilogram, beras merah Rp. 14 ribu per kilogram dan beras hitam Rp. 20 ribu per kilogram.

"Sedangkan harga jual beras medium di Pasar Bogor Rp9.500 dan beras premium Rp15 ribu,"pungkasnya, saat ditemui di Pasar Jambu Dua Kota Bogor, Jawa Barat, Senin, 5 Maret 2018. 



(RRN)