250 Kapal Nelayan Jadi Korban Perompakan di Perairan Lampung

Ahmad Rofahan    •    Senin, 22 Aug 2016 12:05 WIB
perompakan
250 Kapal Nelayan Jadi Korban Perompakan di Perairan Lampung
Ketua SNI Cirebon Ribut Bachtiar (kaus hitam putih) dan nelayan lain Samir (Foto: MTVN/Ahmad Rofahan)

Metrotvnews.com, Cirebon: Serikat Nelayan Indonesia cabang Cirebon, Jawa Barat, menyatakan sedikitnya 250 kapal menjadi korban perompakan di perairan Lampung. Terakhir perompakan terjadi pada Minggu 21 Agustus.

"Kami kembali mendapatkan laporan dari anggota bahwa mereka jadi korban perompakan di Lampung," kata Ketua SNI Cirebon Ribut Bachtiar saat ditemui Metrotvnews.com, Minggu (21/8/2016).

Ribut mengaku hampir seluruh anggota SNI Cirebon jadi korban perompakan di perairan Lampung. Sebesar 8 kuintal hasil tangkapan nelayan dirampas dalam satu kali perjalanan. Itu jika kapal nelayan tidak terlalu besar.

"Kalau dari Karawang, sekali dirompak bisa sampai 1 ton," kata dia.

Hasil perhitungan sementara, jumlah kerugian nelayan Cirebon mencapai miliaran rupiah dalam tiga bulan terakhir. Hasil tangkapan rajungan yang dirampas perompak sudah mencapai ratusan ton.

"Sudah ratusan ton hasil tangkapan kami dirampas oleh perompak. Pemerintah ke mana?," ujar dia.

Hal senada juga dikatakan Samir, 65. Nelayan sekaligus pemilik perahu itu mengaku mengalami kerugian dalam tiga bulan terakhir. Perahu miliknya sering menjadi sasaran perompakan di perairan Lampung. Menurut dia, sebelum marak perompakan, anak buah kapal dapat memperoleh penghasilan hingga Rp6 juta per bulan.

"Saat ini, kami memilih tidak melaut," kata Samir.


(TTD)