Aksi Nekad Kartel Narkoba Harus Direspons Cepat

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Selasa, 28 Aug 2018 17:39 WIB
narkoba
Aksi Nekad Kartel Narkoba Harus Direspons Cepat
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal

Depok: Kriminolog Universitas Indonesia Ferdinand Andi Lolo menilai insiden pembakaran satu keluarga di Makasar, Sulawesi Selatan, merupakan sinyal bahaya nekadnya kartel narkoba di Indonesia. Perlu ada respons cepat dan tegas aparat penegak hukum dan pemerintah.

"Jika aparat terlambat bergerak, atau bermain mata dengan pelaku kejahatan narkoba maka bukan tidak mungkin kota - kota dan desa desa di Indonesia akan mengalami kejadian serupa," ungkap Ferdinand kepada Medcom.id, Selasa, 28 Agustus 2018.

Ferdinand memberikan contoh beberapa kota di dunia yang sudah dikuasai kartel narkoba seperti kota-kota di Meksiko dan negara di Amerika Selatan. Kartel narkoba menjadi hukum dan hakim.

"Sementara aparat menjadi para penjaga kartel. Kita jangan sampai seperti itu," ucapnya.

Ancaman serius bagi negara Indonesia bukan dari serangan negara asing. Tetapi narkoba yang menghancurkan generasi muda harapan bangsa.

Harus ada hukuman berat bagi aparat yang terungkap bermain. "Kalau perlu lebih berat dari gembongnya," tuturnya.

Baca: Seorang Polisi di Aceh Tewas Ditusuk

Ferdinand berharap ke depannya aparat, baik kepolisian maupun institusi keamanan lain, mampu menjaga integritas. Berikan tindakan tegas, bagi pelaku narkoba.

"Bagi pemerintah, segerakan pelaksanaan hukuman mati bagi terpidana kasus narkoba yg telah berkekuatan hukum tetap," pungkasnya.

Baca: Siswa SD Pengedar Sabu tak Jelas Rimbanya

Sebelumnya diberitakan, insiden pembakaran rumah yang menewaskan enam orang di Makasar Sulawesi Selatan, diduga dilakukan oleh kartel narkoba.

Fahril, 24, memiliki utang pembayaran narkoba dengan Geng Daeng Ampuh. Tersangka kini telah mendekam dibalik jeruji besi LP Makassar.

Sebelum rumah itu dibakar, ayah Fahril, Amir, mengaku didatangi oleh sejumlah orang yang mencari anaknya untuk menangih utang piutang narkoba.




(SUR)