Pemkot Bogor Siapkan Pengganti Dirum PD PPJ

Rizky Dewantara    •    Selasa, 04 Sep 2018 11:25 WIB
kasus korupsi
Pemkot Bogor Siapkan Pengganti Dirum PD PPJ
ilustrasi Medcom.id

Bogor: Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyiapkan sejumlah nama untuk menjadi pelaksana tugas (Plt) Direktur Umum (Dirum) Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ), pasca penetapan tersangka oleh Kejaksaan Negeri Bogor pada kasus penyelewengan dana revitalisasi pasar senilai Rp15 miliar.

Bima menjelaskan, sudah mengantongi nama-nama yang direkomendasikan oleh Badan Pengawas (Banwas) PD PPJ untuk segera mengisi kursi yang ditinggalkan Deni Harumantaka. Meski begitu, dirinya enggan menjelaskan lebih lanjut soal siapa saja nama yang tengah disiapkan. 

"Ada tiga sampai lima nama kandidat yang sedang dipersiapkan. Tentu segera akan saya tunjuk Plt, karena roda organisasi harus tetap berjalan. Dalam waktu dekat saya akan putuskan,” ujar Bima saat ditemui di Balaikota Bogor, Selasa, 4 September 2018.

Baca: Dirut PD Pasar Kota Bogor Tersangka Korupsi Penyertaan Modal

Lebih lanjut sambung Bima, secepatnya pihaknya akan berkoordinasi dengan Bagian Hukum untuk merumuskan langkah-langkah selanjutnya, yang bisa ditempuh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terkait dengan penahanan salah satu direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) besutan Andri Latif itu. 

“Apakah kami akan mengajukan surat penangguhan penahanan, saya akan mengkaji dengan bagian hukum Pemkot Bogor” pungkasnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor menetapkan Direktur Umum (Dirum) Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ), Deni S Harumantaka sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi dana Penyertaan Modal Pemerintah (PMP), untuk deposito ke Bank Muamalat sebesar Rp15 miliar pada 2015, Senin, 3 September 2018.

Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Kota Bogor Widiyanto Nugroho menjelaskan, tim penyidik mengungkap modus yang digunakan tersangka setelah menjalani serangkaian pemeriksaan dan ekspos hasil gelar perkara. Pada Juli 2015, tersangka mendepositokan uang dana PMP yang sedianya digunakan untuk revitalisasi pasar sejumlah Rp15 miliar kepada Bank Muamalat. 

"Dari hasil mendepositokan dana tersebut, ada bunga yang diperoleh. Yakni dalam bentuk uang dan bentuk kepingan emas. Yang bentuk uang disetor ke rekening giro PD PPJ, menjadi penerimaan perusahaan. Kemudian dalam bentuk logam mulia, seberat 605 gram, nah ini yang tidak disetorkan ke PD PPJ. Kalau diuangkan sekitar Rp312.350.000, yang dinikmati tersangka untuk kepentingan sendiri," papar dia kepada wartawan, Senin, 3 September 2018.

Tersangka dijerat pasal 2 ayat 1 juncto pasal 18 subsider pasal 3, subsider pasal 8 UU 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang perubahan atas UU 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. “Ancaman minimal empat tahun dan maksimal 20 tahun,” tandasnya.



(ALB)