Tidak Ada Peningkatan Keamanan Pasca Penembakan di Tol Kanci-Pejagan

Ahmad Rofahan    •    Kamis, 30 Aug 2018 12:38 WIB
penembakan
Tidak Ada Peningkatan Keamanan Pasca Penembakan di Tol Kanci-Pejagan
ilustrasi-medcom.id/ Rakhmat Riyandi.

Cirebon: Polisi tidak meningkatkan keamanan di jalur tol Kanci-Pejagan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pasca penembakan terhadap dua anggota Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Jawa Barat.

"Tidak ada (peningkatan keamanan), karena hal tersebut kasuistis," kata Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Barat, AKBP Risto Samodra, saat dibubungi Medcom.id, Kamis, 30 Agustus 2018.

Baca: Sepeda Motor di Tepi Hutan Diduga Milik Penembak Polisi

Risto menjelaskan, pengamanan di jalur tol tersebut dilakukan secara normal. Meski demikian, petugas patroli tetap melakukan kontrol setiap harinya di sepanjang jalan tersebut.

"Pengamanan seperti biasanya saja," ujar Risto.

Sementara itu Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat, Kombes Umar Surya Fana mengatakan, kasus penembakan terhadap Ipda Dodon dan Aiptu Widi telah diambil alih Mabes Polri.

"Sekarang Mabes Polri yang memimpin, dan melibatkan dua Polda yakni Jabar dan Jateng," kata Umar saat dikonfirmasi, Rabu, 29 Agustus 2018.

Umar menjelaskan, polisi juga membentuk tim gabungan, yaitu dari Densus 88 Antiteror dan penyidik Ditreskrimum Polda Jawa Barat. Namun Umar belum bisa memastikan jika para pelaku adalah teroris.

"Ke Mabes Polri saja kalau soal itu," jelas Umar.

Sebelumnya penembakan terjadi pada Jumat, 24 Agustus 2018. Saat itu, dua polisi, Aiptu Dodon Kusgiantoro dan Ipda Widi Harjan tengah menunaikan tugas berpatroli di tol Kanci-Pejagan. Di dekat gerbang tol Mertapada Cirebon, pelaku mendekat dan melepaskan tembakan kepada dua polisi tersebut.

Selasa, 28 Agustus 2018, Aiptu Dodon meninggal saat menjalani perawatan di RS Polri Kramatjati Jakarta. Sementara Ipda Widi masih dalam perawatan. Perburuan para tersangka dilakukan Mabes Polri bersama Polda Jawa Barat dan Polda Jawa Tengah.




(DEN)