Polisi Gerebek Pabrik Sabu di Tangerang

Hendrik Simorangkir    •    Rabu, 08 Aug 2018 19:22 WIB
narkobasabunarkotika
Polisi Gerebek Pabrik Sabu di Tangerang
Polres Jakarta Barat menggerebek rumah yang dijadikan pabrik pembuatan narkotika jenis sabu atau clandestein laboratory di Perumahan Metland Jalan Kateliya Elok II, Cipondoh, Kota Tangerang.

Tangerang: Kepolisian Resor Jakarta Barat menggerebek sebuah pabrik sabu rumahan di kompleks Metland, Jalan Kateliya Elok II, Cipondoh, Kota Tangerang. Dalam penggerebekan itu, polisi menangkap satu orang dan menyita 500 gram sabu siap edar dan 1,5 kilogram sabu setengah jadi.

"Pemilik rumah berinisial AW, 56," ujar Kapolres Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi di lokasi pembuatan sabu, Rabu, 8 Agustus 2018.

Hengki mengatakan, dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka, usaha barang haram tersebut telah dimulainya sejak Mei 2017. Sabu kata Hengki, diproses dengan mencampurkan berbagai bahan baku yang mudah ditemukan di pasar-pasar pada umumnya.

"Pelaku mendapatkan bahan baku dari pasar. Seperti obat-obatan (obat batuk dan asma) biasa dan diolah dan kualitasnya sama dengan sabu yang berasal dari luar negeri," jelas Hengki.



Hengki menjelaskan, tersangka dalam menjalankan bisnis haramnya hanya bekerja seorang diri. Sebab, dari pemeriksaan sementara, AW tak hanya sebagai koki atau pembuat sabu, pria tua itu juga berperan banyak dalam pembuatan hingga peredarannya.

"Dia bekerja sendiri, mulai dari koki, tester, hingga kurir yang mengantar ke pemesan," ucap Hengki.

Meski hasil pemeriksaan sementara tersangka menyebut bekerja seorang diri, Hengki menduga tersangka terlibat dalam jaringan lapas. Hal itu lantaran latar belakangnya sebagai residivis kasus serupa. 

"Ada dugaan pelaku terlibat dalam jaringan lapas tapi masih kita dalami," kata Hengki.

Hengki menambahkan, sabu buatan tersangka termasuk kualitas terbaik yang hampir sama dengan sabu asal luar negeri. Hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) Polri, kadar amphetamine sabu buatan tersangka satu tingkat lebih tinggi.

"Kualitas lebih bagus kadarnya 60-70 persen amphetamine. Biasanya dipasaran 40-50 persen kadarnya," ujar Hengki.


(ALB)