Dana Kelurahan Rp325 Juta Cair Mulai Maret

Roni Kurniawan    •    Selasa, 19 Feb 2019 13:13 WIB
pemerintah daerah
Dana Kelurahan Rp325 Juta Cair Mulai Maret
Kepala Bagian Pemerintah Sekretariat Daerah Kota Bandung, Asep Gufron. Medcom.id/Roni Kurniawan

Bandung: Pemerintah Kota Bandung akan mencairkan dana lebih dari Rp325 juta untuk setiap kelurahan. Program yang disebut dana kelurahan itu merupakan program dari pemerintah pusat yang akan bergulir mulai Maret 2019 nanti.

Menurut Kepala Bagian Pemerintah Sekretariat Daerah Kota Bandung, Asep Gufron, Pemkot Bandung siap menggulirkan program dana kelurahan yang mulai dicetuskan pada 2019 ini. Bahkan besaran dana tersebut telah dirinci.

"Sama seperti bantuan dana desa, cuma besarannya yang beda," ujar Asep dalam program Bandung Menjawab di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Selasa, 19 Februari 2019.

Dana kelurahan itu diperuntukkan mempercepat berbagai jenis pembangunan di setiap kewilayahan. Prosesnya, setiap kelurahan wajib melibatkan warga untuk membuat konsep kerja yang akan dilakukan di masing-masing kelurahan.

"Warga juga dilibatkan, mulai dari rembug warga untuk menyampaikan berbagai kebutuhan. Kan banyak kelompok juga di warga, ada LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat), ada Tarang Karuna, dan kelompok-kelompok lain," tutur Asep.

Namun diakui Asep, warga dalam program tersebut pun berperan untuk ikut dalam kegiatan di lapangan serta melakukan pengawasan dan evaluasi. Pasalnya, lanjut Asep, keutamaan program dana kelurahan yakni besarnya keterlibatan warga dalam berbagai kegiatan.

"Karena masyarakat punya peran penting, tidak hanya perencanaan, tapi juga pelaksanaan, pengawasan, pelaporan, evaluasi program tersebut," bebernya.

Dana kelurahan pun bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan di masing-masing kelurahan mulai dari perbaikan infrastruktur hingga pemberdayaan masyarakat.

"Mungkin kebutuhan di masing-masing kelurahan berbeda, tidak hanya saja infrastruktur, tapi ada juga pemberdayaan masyarakat. Misalnya keterlibatan masyarakat dalam menyosialisasikan ramah lingkungan, atau pengelolaan sampah," pungkasnya.

 


(SUR)