Komplotan Distributor Ganja Lintas Wilayah Ditangkap

Antonio    •    Minggu, 30 Dec 2018 17:33 WIB
narkoba
Komplotan Distributor Ganja Lintas Wilayah Ditangkap
Empat orang kaki tangan pengedar besar sudah menyalurkan ratusan kilogram ganja di sekitar Jawa Barat. Medcom.id/Antonio

Bekasi: Empat orang kaki tangan seorang distributor ratusan kilogram ganja ditangkap polisi di Kota Bekasi, Jawa Barat. Mereka adalah AS, 25, MJ, 20, MI, 20 dan AP, 24.

Keempatnya ditangkap di salah satu kontrakan yang berada di Jalan Bintara 17, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat pada Jumat 28 Desember 2018.

Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP Eka Mulyana menjelaskan, pengungkapan kasus bermula dari adanya laporan masyarakat soal transaksi jual beli narkoba jenis ganja di lokasi tersebut.

"Langsung ditindaklanjuti anggota, mendapati empat orang yang kedapatan memiliki dan akan mengedarkan ganja di TKP kita mendapatkan barang bukti ganja siap edar sekitar 2.344 gram atau 2,3 kilogram," kata dia di Bekasi, Minggu 20 Desember 2018.

Ia menyatakan, barang bukti yang diamankan merupakan sisa hasil penjualan yang dilakukan di sejumlah wilayah Jawa Barat. Karena semula mereka mengaku mengedarkan ganja sebanyak 124 kilogram.

"Mulai dari Karawang, Bandung, Subang, Cikarang dan sebagainya. Jadi dari tanggal 3 (Desember) barang itu sudah ada di sini (Bekasi). Kemudian barang itu sebagian sudah diedarkan semua," ujarnya.

Berdasarkan pengakuan pelaku, mereka mendapatkan barang tesebut dari tersangka berinisial JN di Rest Area Tol Gerem Merak. Saat ini, JN masih dalam pengejaran pihak kepolisian.

Tersangka diduga sudah memiliki pembeli dari wilayah – wilayah yang mereka datangi jika dilihat dari pola pengedaran. "

"Ini memang sudah jadi distributor lah bukan pengecer lagi. Karena tugas mereka mendistribusikan sesuai dengan orang-orang yang ditunjuk J,” tuturnya.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal  114 ayat (2), Pasal 111 juncto Pasal 132 ayat (2) Undang – Undang Nomor35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun dan denda Rp10 miliar.


(SUR)