Tiga Remaja Merampok Minimarket karena Judi Online

Hendrik Simorangkir    •    Kamis, 25 Oct 2018 18:51 WIB
perampokan
Tiga Remaja Merampok Minimarket karena Judi <i>Online</i>
Polisi membekuk tiga remaja lantaran merampok minimarket di wilayah Benda, Kota Tangerang. Medcom.id/Hendrik Simorangkir

Tangerang: Polisi membekuk tiga remaja setelah merampok minimarket di Jalan Atang Sanjaya Kampung Gardu, RT02 RW05, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Banten. Petugas bahkan menembak kaki tiga pelaku karena melawan saat ditangkap.

Ketiga pelaku yang ditangkap yakni Randy, 22, Aldi, 23, dan Junaidi, 22. Para pelaku melancarkan kejahatannya pada Rabu, 24 Oktober 2018.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Harry Kurniawan menyebut ketiga pelaku mendatangi minimarket yang sedang bersiap-siap untuk membuka toko sekira pukul 06.30 WIB.

"Kasir dan beberapa pegawai sedang membuka minimarket. Saat buka, tidak lama kemudian didatangi tiga pelaku dan mencoba untuk melukai korban," ujar Harry di Mapolres Metro Tangerang Kota, Kamis, 25 Oktober 2018.

Insiden perampokan itu terekam kamera pengintai. Pelaku membacok Simon, kepala toko yang bertugas, dan membekap Sariah, kasir toko. Mereka memaksa membuka brankas minimarket.

Pelaku berhasil menggasak uang senilai Rp200 ribu di minimarket tersebut dan melukai korbannya dengan senjata tajam.

"Setelah mendapatkan uang, pelaku langsung melarikan diri. Berdasarkan hasil penyelidikan, keterangan saksi dan bukti cctv, kurang dari 24 jam kami berhasil menangkap ketiga pelaku di dua tempat berbeda yakni, kawasan Kalideres, Jakarta Barat dan Tangerang," kata Harry.

Harry menambahkan, dari rekam jejaknya, pelaku setidaknya telah merampok dua minimarket dengan dibekali senjata tajam. Kawanan perampok ini kerap menyasar minimarket 24 jam. Mereka juga tak segan melukai korban jika permintaannya tak terpenuhi.

Di hadapan petugas pelaku mengaku uang hasil perampokan digunakan untuk judi online. Akibat perbuatannya, ketiga pelaku digelandang ke hotel prodeo Polres Metro Tangerang. Mereka dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dan kekerasan, dengan ancaman hukuman penjara 12 tahun.
 


(SUR)