Yayasan Tak Beri Izin Kegiatan Khilafah di AZ Zikra

Rizky Dewantara    •    Rabu, 14 Nov 2018 18:06 WIB
Az Zikra
Yayasan Tak Beri Izin Kegiatan Khilafah di AZ Zikra
Kapolres Bogor AKBP Andi Moch Dicky Pastika. Antara

Bogor: Rencana acara Syiar dan Silaturahmi Kekhilafahan Islam se-Dunia 1440 Hijriah di Az Zikra, Sentul, Bogor, Jawa Barat, ternyata belum mendapat izin dari Yayasan Az Zikra. 

Ketua Yayasan AZ Zikra Khotib Kholil mengaku yayasan hanya mendapat informasi dari penyelenggara yaitu Khilafatul Muslimin bahwa acara akan diselenggarakannya pada Jumat dan Sabtu, 16-17 November 2018.

“September lalu pihak Khilafatul Muslimin datang ke kami meminta izin meminjam lokasi untuk penyelenggaraan acara tersebut,” kata Khotib saat dihubungi Medcom.id, Rabu, 14 November 2018.

Menurut Khotib penyelenggara mengklaim acara akan dihadiri oleh 2.000 orang. Tapi pihak yayasan tidak serta merta memberikan izin tanpa ada surat rekomendasi dari kepolisian. Namun, saat itu Khilafatul Muslimin mengkalim sudah berkoordinasi dengan kepolisian.

“Pihak panitia bilang sudah koordinasi, tapi tetap kami tidak memberikan sebelum surat rekomendasi izin kepolisian itu ada,” ujar Khotib.

Baca: Polisi Larang Kegiatan Khilafah di Az Zikra Bogor

Khotib menegaskan belum memberikan izin terkait penggunaan tempatnya sebagai lokasi penyelenggaraan acara. Namun, di undangan yang disebar oleh pihak panitia, lokasi acara di Az Zikra.

“Saya sudah tegaskan kepada panitia agar urus dulu izinnya baru boleh gunakan tempat ini, tapi ternyata di undangan tertulis lokasi di Az Zikra,” beber dia.

Menurut Khotib, Yayasan Az Zikra berusaha selaras dengan pemerintahan, sehingga meski kegiatan bertajuk keagamaan sekalipun jika tidak memiliki izin resmi dari aparat keamanan dianggap ilegal dan tidak diizinkan menyewa gedung.

“Kami tidak melihat siapa orangnya dan apa kegiatannya, selama tidak bersifat politis, setiap orang boleh (meminjam gedung), asal ada izin resmi dari kepolisian,” pungkasnya.

Tak Ada Izin

Acara Syiar dan Silaturahmi Kekhalifahan Islam se-Dunia 1440 Hijriah yang rencananya bakal diselenggarakan di Masjid Az Zikra, Bogor, pada Sabtu, 17 November 2018 dilarang polisi. Pelarangan lantaran acara diduga bertentangan dengan Pancasila dan perundangan di Indonesia.

“Sebelumnya, pihak panitia sudah datang ke kami untuk meminta perizinan, namun setelah kami selidiki rupanya acara tersebut tidak layak untuk diselenggarakan, maka kami tidak memberikan izin,” kata Dicky di Mapolres Bogor, Rabu, 14 November 2018.

Dicky mengungkapkan alasan pihaknya tidak memberikan izin karena setelah dilakukan penyelidikan. Acara tersebut erat kaitannya dengan organisasi yang sudah dibekukan oleh pemerintah Indonesia.

“Kami melihat acara ini menjurus kepada mengganti sistem demokrasi kita dengan khilafah, seperti yang selama ini disuarakan oleh HTI. Maka tidak kami berikan izin karena bertentangan dengan aturan perundang-undangan yang kita anut,” ungkap dia.

Acara rencananya diisi dialog terbuka bertemakan “Indonesia Titik Awal Kebangkitan Kekhilafahan Islam Dunia”. Acara rencananya diikuti perwakilan negara-negara dunia.
(ALB)