Kenangan Berburu Itik di Situ Aksan

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Selasa, 22 Nov 2016 16:39 WIB
banjir pasteur bandung
Kenangan Berburu Itik di Situ Aksan
Lokasi Situ Aksan saat ini sudah dipenuhi rumah. Foto: Metrotvnews.com/Octa

Metrotvnews.com, Bandung: Ketiadaan Situ Aksan dituding sebagai biang keladi banjirnya kawasan Pagarsih di Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, Jawa Barat. Situ Aksan hilang, banjir bandang datang. Begitu kepercayaan sebagian besar penduduk di sana.

Sebelum hilang, Situ Aksan terletak di Kelurahan Jamika, Kecamatan Babakan Ciparay. Hari, salah satu saksi sejarah keberadaan Situ Aksan, berkisah, pada tahun 70-an, danau itu kerap ramai saat perayaan Imlek.

"Kalau Imlek, di Situ Aksan ini sering ada hiburan bernama Phe Tjoen, sejenis barongsai dan arak-arakan. Selain itu ada tradisi ngala meri (memburu itik). Meri dilepaskan ke danau dan saya bersama teman-teman berlomba menangkapnya," kata Hari, kepada Metrotvnews.com, ditemui Selasa (22/11/2016).

Diberi nama Situ Aksan, kata Hari, karena danau itu milik pribadi. Pemiliknya bernama Aksan. "Dia tuan tanah terkenal saat itu," ujarnya.

Baca: Banjir Kembali Terjang Pagarsih dan Pasteur

Sepeninggal Bapak Aksan, danau besar itu diwariskan kepada anak-anaknya. Mulai dari Suryani hingga Nawawi. Uniknya, nama-nama anggota keluarga Aksan itu kini menjadi nama jalan di perumahan yang menutupi danau.

Hari bercerita, Situ Aksan pernah kering. Namun, ikan-ikannya tak mati karena kekeringan di danau itu tak pernah berlangsung lama. 

"Saya suka mancing di sini selepas sekolah. Dulu saya masih SD. Ikan-ikan di sana tidak pernah mati. Malah bertambah banyak," kenang hari yang mengaku lahir pada 1968.


Situ Aksan. Foto: infobdg.com

Sekarang, lokasi Situ Aksan sudah padat perumahan. "Saya sangat kehilangan. Coba kalau Situ Aksan masih ada. Kalau lagi mumet, bisa liat ke sana. Hawanya sejuk karena banyak pohon besar," ujar hHari.

Juju, 52, juga menyayangkan hilangnya Situ Aksan. Dia yakin danau itu akan sangat membantu sebagai serapan air jika hujan besar melanda.

"Sekarang serapan sudah tidak ada. Sumur di sini kalau sudah kering pasti akan lama muncul airnya. Kalau dulu sumur tidak pernah kering," ujar dia.

Baca: Di Pagarsih, Banjir Seret 2 Mobil

Saat ini, hilangnya Situ Aksan banyak dituding sebagai biang keladi banjir di kawasan Pagarsih. "Kalau menurut saya, tidak juga. Dulu Pagarsih juga banjir, tapi memang tidak besar seperti sekarang. Sepertinya, harus ada yang dibenahi di aliran sungai," kata dia.

Meski begitu, Juju yakin ketiadaan Situ Aksan memperparah musibah banjir di Pagarsih. "Balong (danau) Aksan ini kan bisa jadi resapan jika terjadi hujan lebat," ujarnya.

 


(UWA)