1.300 Jiwa Mengungsi Akibat Longsor di Cianjur

Damar Iradat    •    Selasa, 03 Oct 2017 23:41 WIB
tanah longsorbencana longsor
1.300 Jiwa Mengungsi Akibat Longsor di Cianjur
Longsor di Cianjur, Jawa Barat (Foto: Istimewa)

Metrotvnews.com, Cianjur: Wilayah Cianjur, Jawa Barat dilanda tanah longsor. Ribuan jiwa harus mengungsi akibat bencana longsor yang terjadi Minggu, 1 Oktober 2017.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, longsor diakibatkan kondisi struktur tanah yang labil dan dipicu oleh hujan deras. Kondisi tanah yang retak-retak selama musim kemarau kemudian diguyur hujan yang cukup deras juga menyebabkan air mengisi retakan tanah tersebuh sehingga menimbulkan longsor.

"Bencana longsor menimbulkan kerusakan ratusan rumah terjadi di lima dusun di Desa Waringinsari Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur," kata Sutopo dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 3 Oktober 2017.

Sutopo menjelaskan, sekitar 2.400 jiwa terdampak bencana longsor tersebut. Namun, tak ada korban jiwa dalam bencana tersebut.

Kendati begitu, tercatat sebanyak 138 rumah rusak berat, 103 rumah rusak sedang, 139 rumah rusak ringan, dan 420 rumah terancam longsor. Longsor juga menyebabkan tiga unit sekolah rusak sedang, 14 unit masjid rusak ringan, 18 unit mushola rusak sedang, 3 saluran irigasi rusak berat, 1 unit sarana air bersih milik Ponpes Riyadul Muthadin rusak berat, 5 titik jalan tertimbun dan 1 jalan putus.

Sekitar 1.300 jiwa masyarakat mengungsi karena rumahnya rusak dan khawatir akan adanya longsor susulan. "Pengungsi tersebar di beberapa titik seperti di balai desa, madrasah, tetangga terdekat dan di rumah kerabatnya," tutur dia.

Sutopo menambahkan, pihak BPBD Kabupaten Cianjur bersama TNI, Polri, BPBD Provinsi Jawa Barat, Basarnas, Tagana, PMI, SKPD, relawan dan masyarakat melakukan penanganan darurat. Bupati Cianjur juga telah menetapkan status tanggap darurat bencana longsor tanggal 1 - 7 Oktober 2017.

BPBD Cianjur telah memberikan bantuan logistik berupa beras, mie instan, sarden, kecap, saus, dan minyak goreng. BPBD Provinsi Jawa Barat telah memberikan bantuan logistik senilai Rp 360 juta berupa sandang 175 paket, Kidsware 180 paket, selimut 200 lembar, tikar 200 lembar, matras 200 lembar, familykids 200 lembar, dan mie instan 80 dus.

Tim Reaksi Cepat BNPB melakukan pendampingan dalam penangan darurat. BPBD Cianjur telah menghimbau kepada masyarakat untuk menutup  retakan tanah dengan menggunakan tanah liat. BPBD juga mencari pos pengungsian dan posko cadangan karena dikhawatirkan longsor susulan akan terus berlangsung.

Masyarakat diimbau untuk mewaspadai ancaman banjir dan longsor, apalagi menjelang musim peralihan menuju musim penghujan. Diperkirakan musim penghujan akan turun awal November mendatang.

"Musim pancaroba umumnya terjadi hujan deras disertai angin kencang. Longsor adalah bencana paling banyak menimbulkan korban jiwa meninggal sejak tahun 2014-2016. Hendaknya masyarakat mewaspadai bahaya longsor saat hujan deras," tandasnya.


 


(DMR)