26 Kasus Difteri Dilaporkan di Kabupaten Bogor Sepanjang 2017

Rizky Dewantara    •    Jumat, 19 Jan 2018 19:01 WIB
klb difteri
26 Kasus Difteri Dilaporkan di Kabupaten Bogor Sepanjang 2017
Pemberian vaksin Tetanus difteri pada siswa SD di Bogor, Senin, 28 November 2017, Ant - Arif Firmansyah

Bogor: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menerima 26 laporan kasus penyakit difteri sepanjang 2017. Dari hasil laporan tersebut, baru 30 persen pasien yang mendapatkan vaksin difteri atau sudah lengkap imunisasinya. 

Sekretaris Dinkes Kabupaten Bogor, Erwin Suriana, menjelaskan, laporan difteri yang masuk ke Dinkes Kabupaten Bogor berasal dari 23 desa di 13 kecamatan. Dari 26 laporan, hanya tiga di antaranya positif difteri usai diperiksa. 

“Dari tiga anak, dua meninggal dunia dan satu sudah sembuh,” terang Erwin, Jumat, 19 Januari 2018.

Erwin mengatakan orangtua perlu mendapat informasi mengenai seberapa penting pemberian imunisasi. Selain itu, tenaga medis di Bogor pun perlu mendapat pelatihan khusus pemberian imunisasi.

"Mereka harus diberi pembekalan untuk menangani pasien dengan gejala-gejala difteri," ucapnya.

Kabupaten Bogor ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk menggelar imunisasi Outbreak Response Imunization (ORI) difteri. Sasaran utamanya adalah anak usia 1 hingga 19 tahun. 

"Imunisasi ORI Difteri bisa dilaksanakan pada Februari. Bulan depan, logistik dari Kemenkes sudah dapat diterima daerah-daerah," terang Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Adang Suptandar.

Adang juga mengingatkan, kepada semua orang tua untuk mengantar anak-anaknya untuk mendapatkan vaksin difteri. 



(RRN)