Pilkada Jabar Dibayangi Perang Ujaran Kebencian

Ahmad Rofahan    •    Kamis, 19 Oct 2017 14:02 WIB
pilkada serentakpilgub jabar 2018
Pilkada Jabar Dibayangi Perang Ujaran Kebencian
Koordinator Peneliti Imparsial Ardimanto Adi Putra. Foto: MTVN/Ahmad Rofahan

Metrotvnews.com, Cirebon: Ujaran kebencian dan berita bohong selalu marak ketika memasuki tahun politik. Pilkada di Jawa Barat bakal dibayangi derasnya kabar bohong atau isu SARA.

“Beberapa indikasi untuk mengarah ke situ sudah mulai terlihat. Terutama dari media sosial,” kata Koordinator Peneliti Imparsial Ardimanto Adi Putra di Cirebon, Kamis 19 Oktober 2017.

Ada preseden yang pernah terjadi dalam berbagai Pilgub di Jakarta. Kegiatan tersebut melibatkan tokoh, massa dan organisasi di Jawa Barat. Sehingga Imparsial yakin ujaran kebencian dan berita bohong bakal kembali terjadi.

Beberapa isu intoleran sudah mulai muncul di Jawa Barat dan diarahkan kepada kandidat yang akan mengikuti pemilihan gubernur nanti. Seperti menyebut salah satu calon sebagai pengikut aliran tertentu.

"Saat ini, ada calon yang disebutkan mengikuti aliran tertentu, misalkan syiah atau kejawen," kata Ardi.

Pernyataan itu, masih masuk dalam ranah ujaran intoleran. Namun jika sudah berlanjut kepada ajakan untuk melakukan kekerasan atau diksriminasi, maka hal tersebut sudah masuk dalam ranah ujaran kebencian.

Ardi menyebut Jabar menduduki provinsi paling intoleran di Indonesia tahun 2015. Untuk mengantisipasi hal ini, Ardi meminta kepada pemerintah daerah dan pimpinan politik di daerah yang akan terlibat dalam Pilkada, untuk tidak menggunakan isu-isu rasial dalam isu politik mereka.

Ardi juga meminta kepada pihak kepolisian untuk menindak tegas pelaku ujaran kebencian dan hasutan. Karena isu SARA akan berdampak sangat luas.

"Selain itu, masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh adat dan paguyuban, juga untuk bisa memberikan pemahaman kepada anggotanya, untuk tidak menggunakan ujaran kebencian," kata Ardi.


(SUR)