Analisis Polri soal Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi

Sunnaholomi Halakrispen    •    Selasa, 13 Nov 2018 19:08 WIB
Pembunuhan di Bekasi
Analisis Polri soal Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi
Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto. Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Jakarta: Polri masih mengusut kasus pembunuhan satu keluarga di Bekasi, Jawa Barat. Ada banyak dugaan terkait motif pembunuhan sadis itu.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menjelaskan, balas dendam jadi motif yang paling banyak ditemukan dalam kasus pembunuhan. Selain itu, ada juga terkait harga diri.

"Apakah dia pernah dimaki-maki atau dia pernah dipermalukan di depan orang lain. Kemudian, belajar dari pengalaman di Surabaya dulu, karena masalah utang-piutang," kata Setyo di Kompleks Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 13 November 2018.

Pembunuhan bisa juga terjadi karena pelaku mengidap psikopat. Penyakit ini disebabkan kelainan jiwa, lalu menunjukkan perilaku menyimpang sehingga mengalami kesulitan dalam pergaulan.

Baca: Satu Keluarga Tewas Dibunuh di Bekasi

Sementara itu, Setyo masih enggan menyimpulkan motif mana yang jadi musabab pembunuhan satu keluarga di Bekasi. Termasuk, apakah si pembunuh merupakan orang dekat korban.

"Keterangan saksi agak sulit, bukti lain yang harus dicari, ini tergantung dari gampang atau tidaknya kita mendapatkan itu. Kasus 5-6 tahun pun belum ada terungkap di Kalimantan Barat," ucap Setyo

Sejauh ini, ancaman hukuman pelaku pembunuhan di Bekasi yakni maksimal 20 tahun penjara. Hukuman bisa lebih berat jika terbukti ada unsur pembunuhan berencana.

Satu keluarga diduga tewas dibunuh di kawasan Bojong Nangka, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa pagi, 13 November 2018. Dua bocah, yakni Arya Nainggolan, 7, dan Sarah Boru Nainggolan, 9, ikut menjadi korban pembunuhan.


(AGA)