Polisi Selidiki Ledakan Gas di Pesantren Tasikmalaya

   •    Rabu, 26 Jul 2017 09:10 WIB
ledakan gas
Polisi Selidiki Ledakan Gas di Pesantren Tasikmalaya
Ilustrasi ledakan tabung gas. Foto: MI/Jhoni Kristian

Metrotvnews.com, Bandung: Polisi menyelidiki penyebab ledakan tabung gas di dapur umum Pondok Pesantren Baitul Hikmah, di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Ledakan ini mengakibatkan santriwati luka bakar dan menimbulkan kebakaran.

"Tindak lanjutnya, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara, meminta keterangan para saksi dan melakukan penyelidikan," kata Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus melalui telepon seluler, di Bandung, seperti dilansir Antara, Rabu 26 Juli 2017.

Ia menuturkan ledakan tabung gas 12 kilogram terjadi di dapur umum santriwati Kampung Haurkuning, Desa Mandalaguna, Kecamatan Salopa, Tasikmalaya, Selasa 25 Juli sekitar pukul 15.30 WIB.

Peristiwa itu menyebabkan bagian dapur umum terbakar dan delapan orang santriwati mengalami luka bakar hingga harus mendapatkan penanganan medis.

Korban yang mengalami luka bakar seluruh tubuh yakni Sohibah, 40, Nurwaedah Fauziah, 20, selanjutnya korban luka pada bagian tangan, kaki, dan wajah yakni Salma, 16, Ismah, 16, Nurul, 16, Risma Anggraeni, 16, Yuni, 16, dan Salma Siti Nurmaeroh, 16.

"Untuk korban nama Sohibah, Nurwaedah, dan Salma selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit Permata Bunda Indihiang, Kota Tasikmalaya," katanya lagi.

Yusri menyampaikan, hasil pemeriksaan sementara, ledakan gas di dapur umum berawal dari santriwati yang membetulkan regulator dan selang tabung gas yang rusak, selanjutnya kompor gas dinyalakan. Namun, dari kompor keluar percikan api kemudian terjadi ledakan dan menyambar tubuh para korban yang berada di dalam dapur tersebut.

"Kemudian santri yang ada di dapur tersebut berhamburan keluar dan minta tolong.Aakhirnya santri yang lain termasuk santri pria datang untuk memadamkan api," kata dia.

Selanjutnya, kepolisian mengamankan lokasi kebakaran dan mengamankan barang bukti berupa satu buah tabung gas 12 kilogram, satu regulator, dan satu lembar pakaian batik.


(UWA)