Pemerintah Tak Hadir Setiap Kali Jatinangor Banjir

Ismail    •    Sabtu, 12 Nov 2016 10:12 WIB
banjir
Pemerintah Tak Hadir Setiap Kali Jatinangor Banjir
Kondisi banjir yang terjadi di Desa Cipacing dan Desa Mekargalih Kecamatan Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Jumat (11/11/2016). Foto: Metrotvnews.com/Ismail

Metrotvnews.com, Sumedang: Sejumlah korban banjir di Dusun Solokan Jarak Desa Cipacing Kecamatan Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, mengeluhkan ketiadaan aparat Pemerintah Kabupaten Sumedang saat mereka terkena banjir.

"Sampai sekarang ini, sudah lima kali banjir tidak ada satu pun aparat pemerintah yang datang baik dari desa, kecamatan, maupun kabupaten," kata Nana, warga Solokan Jarak kepada Metrotvnews.com, Sabtu (12/11/2016).

Ia berharap saat banjir terjadi ada kiriman bantuan berupa makanan siap makan. Lantaran saat banjir warga tidak bisa melakukan aktivitas memasak.

"Kami sibuk beres-beres rumah, jadi tidak sempat untuk masak. Mau masak di mana kompornya saja kita bereskan," kata dia.

Warga lainnya, Apong, 41, menyebut jika sudah terjadi banjir dan merendam rumah, warga tak bisa beraktivitas hingga air surut.

"Setelah surut baru kita bisa beraktivitas lagi, mulai dari membersihkan lumpur yang masuk ke dalam rumah dan membersihkan barang-barang yang terendam," ujarnya.

Banjir merendam ratusan rumah warga di Desa Cipacing dan Desa Mekargalih Kecamatan Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, akibat hujan yang mengguyur dari siang hingga malam kemarin. Ketinggian air mencapai 100 hingga 150 sentimeter.

Informasi yang dihimpun, air merendam 40 rumah di Dusun Solokan Jarak dan 10 rumah di Dusun Kampung Baru Desa Cipacing. Di Desa Mekargalih air merendam 60 rumah di Dusun Cigowok dan sekitar 10 rumah di Dusun Munggang.


(UWA)