Mental Anak Korban Kekerasan Bisa Terganggu

Ahmad Rofahan    •    Senin, 21 Nov 2016 14:48 WIB
kekerasan anak
Mental Anak Korban Kekerasan Bisa Terganggu
Ilustrasi kekerasan pada anak, Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Cirebon: Sudah selayaknya orang tua dan masyarakat lebih melindungi anak-anak. Sebab tak mudah bagi anak-anak korban kekerasan maupun kejahatan seksual untuk pulih dari trauma.

Sa'adah, Program Manager Women Crisis Center (WCC) Mawar Balqis Cirebon, Jawa Barat, mengaku cukup banyak menangani anak-anak korban kekerasan. Pada 2016, lembaga yang berdiri sejak 2001 itu menangani 73 kasus.

Sebagian besar, ujar Sa'adah, korban masih duduk di bangku SMP. Usia mereka rata-rata 12 hingga 16 tahun.

Mereka mengalami kekerasan berupa pemerkosaan. Sebanyak 50 persen kasus masuk ke ranah hukum. Sekitar 25 persen masih dalam proses hukum. Sedangkan sisanya sudah putusan di pengadilan.

Namun, masalah belum berakhir. Beberapa korban masih trauma. Kejadian itu menghantui hari-hari mereka. 

Para korban mengalami gangguan psikologi. Bahkan, lanjut Sa'adah, ada yang gila.

"Dampak yang paling berat, bisa sampai gila," ujar Sa’adah saat dihubungi Metrotvnews.com, Senin (21/11/2016).

WCC menggandeng psikiater untuk menangani mereka. WCC melakukan tindakan berupa konseling dengan melibatkan psikiater. Butuh waktu mulai dari satu bulan hingga tiga tahun untuk memulihkan mereka.

Dampak lain yaitu korban kekerasan mengalami perubahan sikap. Biasanya periang, setelah kejadian mereka jadi lebih pendiam. Mereka juga takut dengan respon masyarakat. Beberapa di antaranya bahkan trauma melihat orang yang seusia dengan pelaku. 

Tak sedikit pula korban memilih berhenti bersekolah. Alasannya mereka malu dengan teman-teman.

"Jadi, cukup berat dampak yang dirasakan oleh anak korban kekerasan seksual,” ujar Sa’adah.


(RRN)