PNS tak Dapat Dana Pensiun karena Dianggap bukan WNI

Syahrul Saleh    •    Rabu, 24 Aug 2016 11:16 WIB
pns
PNS tak Dapat Dana Pensiun karena Dianggap bukan WNI
Joaninha, PNS yang dipecat dari Pemkot Bekasi, saat menunjukkan dokumentasi terkait kewarganegaraaannya, Metrotv - Syahrul Saleh

Metrotvnews.com, Bekasi: Joaninha de Jesus Carvalho tak dapat mencairkan dana pensiunnya sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Alasan, Joaninha memiliki kewarganegaraan ganda.

Joaninha mengatakan dirinya diperlakukan tak adil. Ia telah mengabdikan dirinya di Dinas Kependudukan Catatan Sipil di Pemerintah Kota Bekasi sejak 14 tahun lalu.

Ia mengaku lahir di Dili, Provinsi Timor Timur, pada 5 Maret 1962. Ia bekerja sebagai PNS di kota tersebut.

Pada 1999, referendum terjadi di Timor Timur. Warga setempat diizinkan untuk memilih kewarganegaraan. Joaninha dan keluarga memilih menjadi warga negara Indonesia. Joaninha pun pindah tugas ke Bekasi.

Joaninha mengatakan ia memiliki bukti sebagai warga negara Indonesia. Di antaranya kartu tanda penduduk (KTP) dan pasport yang diterbitkan Pemerintah RI.

"Lantaran itu, saya sudah menjadi PNS di Bekasi sejak 14 tahun lalu. Saya tidak terima diberhentikan dari PNS tanpa hak pensiun. Kembalikan hak saya," kata Joaninha ditemui di kantor kuasa hukumnya di Bekasi, 

Selama 14 tahun mengabdi, Joanhina mengaku mendapat gaji dari profesinya sebagai PNS Kota Bekasi. Namun mulai Juni 2016, ia tak lagi mendapat gaji. Alasannya, ia memiliki kewarganegaraan ganda.

Hingga berita ini dimuat, belum ada klarifikasi resmi dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bekasi dan wali kota setempat mengenai kejadian yang dialami Joaninha.


(RRN)