Jurnalis Diintimidasi Terkait Dana PON Jabar Lapor Polisi

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Rabu, 21 Sep 2016 18:45 WIB
kekerasan terhadap wartawan
Jurnalis Diintimidasi Terkait Dana PON Jabar Lapor Polisi
Ilustrasi--Stop kekerasan terhadap wartawan (Foto: Ant/Yusran Uccang)

Metrotvnews.com, Bandung: Muhammad Zezen Zainal, jurnalis Tribun Jabar yang mendapatkan ancaman dari sejumlah orang usai menulis soal dana PON XIX/2016 melapor ke Markas Polda Jawa Barat, Rabu 21 September. Dia membawa sejumlah alat bukti di antaranya pesan singkat (SMS) berisi ancaman.

Zezen tiba di Markas Polda Jawa Barat didampingi Pemimpin Redaksi Tribun Jabar Cecep Burdansyah. Mereka langsung menuju ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jawa Barat guna membuat laporan

"Kami terima laporan atas nama Zezen yang merupakan wartawan Tribun Jabar. Dia melaporkan ancaman yang dilayangkan via sms dengan barang bukti," kata Kabid Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Yusri Yunus, di Markas Polda Jawa Barat, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Rabu (21/9/2016).

Yusri mengatakan, pihaknya akan mengusut kasus ini. Penyidik akan menggunakan alat bukti guna menyelidiki pihak yang diduga mengancam pelapor.

"Laporan kami terima. Keterangan yang bersangkutan kami ambil baru digelar perkarakan apakah bisa masuk unsur pidana atau tidak," kata dia.

Baca: Kritisi Dana PON, Jurnalis Tribun Jabar Diintimidasi

Sementara itu, Cecep Burdansyah mengatakan, dalam surat laporan disebutkan bahwa pihak yang dilapor akan dikenakan Pasal 18 Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Pasal itu menyebutkan siapa saja yang menghalang-halangi pelaksanaan hak pers, memperoleh dan menyebarluaskan gagasan informasi bisa dipenjara paling lama dua tahun.

"Pasal 18 Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers di mana menghambat dan menghalangi pekerjaan wartawan, itu bisa pakai pasal itu. Makannya sms yang dilayangkan dan dilarang memberitakan teu paruguh (enggak jelas). Itu masuk dalam Pasal 18," kata Cecep.


(TTD)