Mantan Kepala Dinkes Subang dan Istrinya Dihukum Dua Tahun Penjara

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Selasa, 13 Sep 2016 18:20 WIB
kasus suap
Mantan Kepala Dinkes Subang dan Istrinya Dihukum Dua Tahun Penjara
Ilustrasi hukum, Ant

Metrotvnews.com, Bandung: Mantan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Subang, Jajang Abdul Kholik beserta istrinya, Lenih, divonis penjara atas kasus suap perkara Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS). Kasus itu pun menyeret Bupati nonaktif Subang Ojang Suhandi.

Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menjatuhkan vonis dua tahun penjara pada Jajang dan Lenih. Hakim menilai keduanya terbukti menyuap jaksa yang menangani kasus korupsi BPJS Subang, Jawa Barat.

Sidang berlangsung di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat, Selasa 13 September. Selain kurungan penjara, keduanya juga harus membayar denda Rp50 juta atau subsider dua bulan penjara.

"Kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berkelanjutan," kata Ketua Majelis Hakim Longser Sormin.

Putusan itu lebih ringan satu tahun dari tuntutan jaksa penuntut umum. Sementara hal yang memberatkan, pasangan suami istri itu tak mendukung pemerintah memberanguskan kasus korupsi dan suap.

Jajang beserta istri dan kuasa hukumnya menerima putusan tersebut. Sementatra jaksa dari KPK mengambil sikap pikir-pikir.

Kasus bermula pada Januari 2016, kasus penyelewengan dana BPJS Subang tahun anggaran 2014 bergulir di pengadilan. Jajang dan istrinya menemui Undang Karim alias Uwa.

Uwa mengaku mengenal jaksa bernama Edward dan Fahri yang menangani kasus tersebut. Pertemuan berlangsung di mess Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

Kemudian, pada Maret 2016 terdakwa 2 ke Gedung Kejati Jabar untuk menyerahkan semua bukti kuitansi. Mereka bertemu dengan Deviyanti Rochaeni.

Pertemuan memunculkan uang komitmen sebesar Rp300 juta. Jaksa pun sepakat meringankan tuntutan.

"Selanjutnya, terdakwa satu menghubungi saksi Bupati Subang Ojang Sohandi melalui pesan singkat, yang intinya meminta dana untuk proses persidangan dan uang pengganti. Imbalannya terdakwa satu akan pasang badan dan tidak melibatkan saksi Ojang dalam kasus tersebut," kata Hakim Longser.



(RRN)