Pengurus Sekolah Pecat Guru di Bekasi Diberi Sanksi

Antonio    •    Senin, 02 Jul 2018 17:24 WIB
guru
Pengurus Sekolah Pecat Guru di Bekasi Diberi Sanksi
Ketua Yayasan Daarunnajaat Mazat, Gunawan Subiyanto, Medcom.id - Antonio

Bekasi: Yayasan Daarunnajaat Mazat memberikan sanksi teguran kepada Fahrudin, pengurus sekolah yang memecat guru Robiatul Adawiyah. Pemecatan diberikan lantaran guru SDIT Darul Maza berbeda suara dalam Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018.

Ketua Yayasan Daarunnajaat Mazat, Gunawan Subiyanto, mengatakan sanksi diberikan setelah pertemuan kedua pihak. Pertemuan dimediasi oleh Dinas Pendidikan Kota Bekasi.

"Jadi bagi kami selaku ketua yayasan, apabila salah, kita evaluasi salah, tetap mendapat teguran sebagaimana  seharusnya," kata Guanwan di Kantor Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Senin 2 Juli 2018.

Ia memastikan yayasan yang ia pimpin tidak pernah menginstruksikan untuk mendukung salah satu Paslon dalam pelaksanan Pilkada serentak 2018. "Tidak ada (instruksi), jadi yayasan kami bergerak di bidang sosial kemanusiaan dan keagamaan. Salah satu kegiatannya adalah bidang pendidikan yang bernama Darul Maza," paparnya.

Gunawan menyatakan, sudah menawarkan yang bersangkutan untuk kembali mengajar di sekolah tersebut. Karena memang sekolah itu kekurangan tenaga pendidik. Robiah, lanjutnya, dinilai sebagai guru yang memiliki potensi.

"Jadi kita tawarkan tetapi beliau menjawab tidak berkeinginan lagi, karena tidak berkeinginan lagi, ada mekanismenya. Pasti kalau tidak berkeinginan mereka akan mengajukan untuk berhenti atau apabila karena ini statusnya kontrak, kalau sudah habis akan selesai," tutupnya.

Rabiyatul mengajar sekaligus Wali Kelas II SDIT Darul Maza yang berlokasi di Jalan Gapin Jatisari, Kota Bekasi, sejak tiga tahun lalu. Sebagai warga Jabar, ia menggunakan hak suaranya dalam Pilgub Jabar 2018.

Beredar pembicaraan dengan WhatsApp di sosial media yang menyebutkan Rabiyatul dipecat karena menggunakan hak suaranya untuk pasangan calon nomor urut 1 Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum dalam Pilgub Jabar. Kabar itu pun didengar Ridwan Kamil. 

Rabiyatul lalu bertemu dengan Ridwan Kamil pada Minggu 1 Juli 2018. Emil mengatakan akan membantu Rabiyatul semampunya. Termasuk, mencari pekerjaan baru sesuai minat perempuan tersebut.

"Saya juga meminta semua pihak menganggap masalah ini selesai, agar Jawa Barat tetap nyaman dan aman setelah pemilihan kepala daerah," ungkap Emil dalam pertemuan tersebut.


(RRN)