Pekerja Asing Tetap Dilarang Jadi Pekerja Kasar

Antonio    •    Rabu, 18 Apr 2018 10:52 WIB
tenaga kerja asing
Pekerja Asing Tetap Dilarang Jadi Pekerja Kasar
Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri. Foto: Antara/Dhemas Reviyanto

Bekasi: Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri menegaskan pekerja asing tetap dilarang jadi pekerja kasar. Masyarakat tak perlu khawatir Indonesia diserbu pekerja asing dengan ditekennya Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA).

"Jangan dianggap bahwa kemudian yang pekerja kasar dulu kan enggak boleh. Lalu kemudian sekarang dianggap boleh? Enggak! Pekerja kasar dari dulu sampai sekarang ya enggak boleh," kata dia di Bekasi, Selasa, 17 April 2018.

Perpres TKA hanya meringkas prosedur birokrasi pada mekanisme dan perizinan. Hal itu dilakukan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan investasi.

(Baca: Perpres TKA Hanya Pangkas Prosedur Birokrasi)

"Kalau investasi meningkat maka lapangan kerjanya meningkat. Lapangan kerja buat siapa? Ya buat rakyat Indonesia, enggak mungkin buat orang lain," tegasnya.

Salah satu bidang yang menjadi prioritas untuk TKA  diatur dalam Perpres 20 tahun 2018 adalah pekerjaan yang memang menjadi kebutuhan bangsa.

"Misalnya untuk menggenjot ekonomi digital kita. Sehingga kan itu harus ada ruangnyalah. Misalnya untuk kita mengalami transfer of knowledge," ucapnya

(Baca: Perpres TKA Dituding Menganak-emaskan Pekerja Asing)

Menaker menyatakan, pertumbuhan lapangan kerja di Indonesia dalam tiga tahun terakhir kepemimpinan Pemerintahan Jokowi ini baik. Setiap tahun lapangan kerja selalu tumbuh di atas 2,6 juta.

"Jadi kalau Pak Jokowi berjanji sepuluh juta selama lima tahun, itu kan berarti minimal per tahun 2 juta. Ini sudah dipenuhi semua," ungkapnya.

(Baca: Jokowi Teken Perpres Penggunaan Pekerja Asing)


(SUR)