Pengguna SKTM di Depok tak Lolos PPDB, Orang Tua Demo

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Rabu, 11 Jul 2018 19:37 WIB
PPDB 2018
Pengguna SKTM di Depok tak Lolos PPDB, Orang Tua Demo
Orang tua calon peserta didik berdemo di depan Balai Kota Depok, Jabar. (Foto: Octavianus)

Depok: Puluhan orang tua murid pendaftar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) melalui Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) di SMP Negeri Kota Depok berunjuk rasa di Balai Kota Depok, Jawa Barat. Para pedemo mempertanyakan nasib anaknya yang tidak lolos.

"Kami ingin tanyakan kenapa anak-anak kami ditolak masuk sekolah negeri, padahal semua persyaratan yang memakai SKTM sudah dilengkapi, " ungkap Saida, warga Beji, yang ikut berdemo, Rabu 11 Juli 2018.

Dia menegaskan, aturan telah dengan lantang menyatakan adanya kuota 20 persen untuk calon peserta didik kurang mampu bisa diterima di SMP negeri.

"Kami ini sudah jelas pake SKTM dan pemerintah mengeluarkan aturan tersebut. Tapi kok kenapa anak-anak kami tidak diterima. Alasan kuotanya sudah penuh," bebernya.

Sementara itu, Sri yang telah mendaftarkan anaknya di salah satu SMP negeri Kota Depok telah ditolak. Alasannya, dari 249 pendaftar menggunakan SKTM, hanya 61 calon murid yang diterima.

Sri mengaku telah menelusuri kebenaran 61 murid pengguna SKTM yang diterima. Namun, kenyataan berbeda. "Banyak yang enggak diterima," paparnya.

Senada, warga Pondok Cina yang ikut berdemo, Lilis, mempertanyakan siswa yang menggunakan SKTM hanya sedikit yang diterima.

"Kalau saya bukan orang enggak mampu saya ikhlas, tapi ini kan hak kita yang dari keluarga ekonomi tidak mampu. Harusnya Pemkot Depok turun tangan," pungkasnya.

Pantauan Medcom.id puluhan orang tua murid bergerak ke kantor Wali Kota Depok dengan membawa poster dari kertas karton yang bertuliskan berbagai macam perasaan dan pertanyaan. Setelah sekian lama berdemo, lima perwakilan pedemo diizinkan masuk. Pertemuan dilakukan di kantor Dinas Pendidikan, berlangsung selama satu jam.

Namun, setelah pertemuan itu, pedemo tak mendapatkan hasil tuntutan mereka. Kasi Pembinaan SMP Diah Haerani menurut pedemo, tidak memberikan jawaban atas tuntutan yang disampaikan.


(LDS)