Pemkot Bandung Gunakan Aplikasi Khusus Pantau Kinerja ASN

Roni Kurniawan    •    Rabu, 08 Aug 2018 17:54 WIB
pemerintah daerah
Pemkot Bandung Gunakan Aplikasi Khusus Pantau Kinerja ASN
Ilustrasi jaringan internet, Medcom.id - M Rizal

Bandung: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat, memiliki aplikasi khusus untuk menganalisis jabatan dan beban kerja Aparatur Sipil Negara (ASN). Sinabak atau Sistem Informasi Analisis Jabatan dan Beban Kerja adalah aplikasi terbaru yang dihadirkan di masa akhir jabatan Ridwan Kamil sebagai Wali Kota Bandung.

Menurut Kepala Bagian Organisasi dan Pendayaagunaan Aparatur Daerah (Orpad) Sekretariat Daerah Kota Bandung, Medi Mahendra, aplikasi tersebut mampu menyinergikan tiga regulasi pemerintah pusat. Yaitu Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri), Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan RB), serta Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara (Permenka BKN).

"Aplikasi tersebut mampu menganalisis jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK) berdasarkan ketiga regulasi itu. Bahkan ini adalah satu-satunya di Indonesia yang mengintegrasikan tiga regulasi dari Permenpan, Permendagri, Pemenka BKN,” ujar Medi Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Rabu 8 Agustus 2018.

Medi menuturkan, aplikasi ini sangat memudahkan untuk menyusun Anjab dan ABK yang merupakan kunci pemetaan kebutuhan pegawai di tataran pemerintah. Hal itu guna memastikan penempatan pegawai di lingkungan pemerintah yang diatur secara proporsional. 

“Saat ini kami sedang mengevaluasi seluruh perangkat daerah pasca terbitnya Peraturan Pemerintah 18, jadi kami melakukan Anjab dan ABK ulang sehingga memperoleh evaluasi jabatan untuk sumber informasi pimpinan melakukan pemetaan jabatan,” sambungnya.

Diakui Medi, Anjab dan ABK ini penting. Sebab Pemkot Bandung tidak hanya ingin menempatkan ASN berdasarkan tugas pokok dan fungsi saja. "Pemerintah tidak ingin cuma mengejar input saja, tapi juga efektifitas dan efisiensi. Semuan berujung pada memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat,” bebernya.

Saat ini, Medi mengaku telah selesai menyusun Anjab dan ABK untuk pegawai struktural. Tahun ini, ia menargetkan akan menuntaskan Anjab dan ABK untuk pegawai fungsional.

“Setelah itu diharapkan nanti kami bisa meminta evaluasi dari Kemenpan RB untuk Anjab dan ABK Kota Bandung,” pungkasnya.


(RRN)