Pasangan JADI Berikan Bukti Dugaan Pelanggaran Pilkada Bogor ke MK

Rizky Dewantara    •    Kamis, 02 Aug 2018 13:14 WIB
pilkada serentakpilkada 2018
Pasangan JADI Berikan Bukti Dugaan Pelanggaran Pilkada Bogor ke MK
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.

Bogor: Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 3 Jaro Ade-Inggrid Kansil (JADI) menyerahkan bukti kepada Mahkamah Konstitusi (MK) terkait adanya selisih hasil suara pemilihan Bupati-Wakil Bupati Bogor.

Kuasa hukum pasangan JADI, Herdiyan Nuryadin mengatakan, salah satu dugaan kecurangan terjadi di TPS 07 yang berada di Kecamatan Gunung Putri. Jumlah daftar pemilih tetap 139 suara, sedangkan jumlah daftar pemilih tambahannya lebih dari 100 persen yaitu 145 suara.

"Ini penggelembungan suara namanya. Dalam persidangan, kami telah memberikan bukti menggelembungnya daftar pemilih tambahan yang jumlahnya melebihi 2,5 persen," ujar Herdiyan saat dihubungi Medcom.id, Kamis, 2 Agustus 2018.

Baca: Gugatan Jaro Ade-Inggrid Kansil Diproses MK

Sementara itu, Divisi Hukum KPU Kabupaten Bogor, Erik Fitriadi menilai, jumlah daftar pemilih tambahan yang mencapai 77.602 suara tidaklah melanggar aturan.

Karena, sebelum hari pencoblosan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor telah mengeluarkan surat keterangan kependudukan sebanyak 133.000.

"Daftar pemilih tambahan terbagi di beberapa kecamatan. Paling banyak itu ada di Kecamatan Cibinong, ada mencapai 12.000 orang," ungkap Erik.

Sebelumnya MK mulai menggeber sidang perkara perselisihan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018 pada Kamis, 26 Juli 2018. Salah satu sidang lanjutan adalah perkara perselisihan hasil pemilihan (PHP) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bogor 2018.

Agenda tahapan pemeriksaan pendahuluan atas permohonan yang diajukan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 3 Jaro Ade-Inggrid Kansil (JADI).

Dalam sidang itu, MK turut menghadirkan Ketua Panwaslu Kabupaten Bogor, Ridwan Arifin, serta pasangan Ade Yasin-Iwan Setiawan yang diwakili kuasa hukumnya.

Baca: MK Fokus Selesaikan Sidang Sengketa Pilkada


(DEN)